LAMPU REMKU

LAMPU REMKU
Penulis
SAIFUL ARIF
Guru MTs. Sunan Ampel Kraton


sumber : http://www.sakamautoservice.com

Keruwetan jalan raya di negeriku seolah menjadi warna warni dan potret kesibukan setiap hari. Hilir mudik kendaran adalah sebuah keharmonisasian dalam mentaati peraturan lalu lintas. Berbagai macam kendaraan dengan ragam aksesoris sebagai bentuk upaya dalam mempercantik kendaraan pribadinya. Namun diantara aksesoris yang paling penting adalah lampu rem. Laju kendaraan cepat atau lambat bisa dikabarkan dari kondisi lampu tersebut. Bahkan lampu rem ini adalah bentuk kongkrit yang saling mengabarkan masing-masing keadaan yaitu lambat atau cepat. Jika lampu rem menyala merah terang itu berarti keadaannya sedang melambat dan pengguna lainnya harus berhati-hati.
Memang bukan tanpa alasan pada setiap simpangan jalan raya oleh pihak dinas marga selalu memberikan traffic light (TL). Ini adalah bentuk pembatasan hak dan kewajiban bagi pengguna jalan yang lain agar dalam menggunakan lampu rem bisa secara bijak. Keadaan lampu TL ini juga adalah bahasa simbol yang harus dipahami bagi semua pengguna jalan yaitu hampir sama persisnya dengan keadaan lampu rem. Ketika lampu TL berwarna kuning, itu sama saja mengabarkan bahwa lampu rem saya wajib berwarna merah sebagai tanda berhenti atau justru siap-siap berangkat. Manfaat lampu rem ini sungguh luar biasa dapat menciptakan budaya tertib dan mempunyai jiwa sambung roso antar sesama.
Pada kenyataan sekarang fungsi lampu rem sudah mulai tidak menunjukan arti yang sesungguhnya, mulai dari warna merah berubah menjadi warna putih. Ini tentu akan mempengaruhi bahkan membingungkan pengguna jalan lain dibelakangnya. Jika keadaan lampu rem diinjak maka sinar warna putih akan menyilaukan mata pengguna jalan di belakang, jika tidak hati-hati bisa terjadi kecelakaan. Rasa tenggang rasa sudah mulai hilang dan sirnah seolah dimakan budaya-budaya kanibal dari bangsa lain. Manusia sudah tidak berpikir logis dan jernih lagi, tetapi yang penting menarik hati. Padahal rem dan lampunya adalah sebuah fungsi kontrol agar selalu menjaga harmonisasi juga rasa toleran antar yang lain. Lampu rem ini juga sebagai manifest yang merupakan bentuk informasi kabar apa mengenai keadaanmu dari pengguna kendaraan lain.
Jika kita mau belajar toleransi dari lampu rem tentu banyak hal yang bisa kita petik dan dimanfaatkan dalam kehidupan di masyarakat yaitu saling mengabarkan masing-masing keadaan dirinya juga saling waspada dalam melakukan tindakan. Selain itu sebagai kontrol kecepatan agar selalu berhati-hati  terhadap bahaya yang mengancam terhadap diri juga orang lain. Ibarat dalam kehidupan, rem diartikan nilai keilmuan manusia yang akan selalu memberikan keamanan dan kenyamanan dari bahaya otoriter. Dengan ilmu keadaan diri mampu kita kontrol dengan baik dan mudah. Fungsi toleransi adalah bentuk manifest dari implementasi illmu yang rahmatan lilalamin. Rem ini juga mampu bertindak sebagai penyelamatan dari jurang atau lubang di jalan yang bakal membuat terperosok bagi pengguna yang lainnya.
Realitas sekarang sering terjadi percecokan atau pertengkaran hanya gara-gara rem yang tak terkontrol dengan baik dan sempurna. Saling tikung kanan dan tikung kiri di jalan raya sering kita jumpai, bahkan pelanggaran marka jalan yang sangat membahayaan pengguna lain. Fenomena lain yang masih sering kita jumpai penerobosan lampu merah di jalan perempatan itu semua karena tidak mengkondisikan lampu rem menyala dengan sempurna artinya memperlambat laju jalan kendaraan. Walhasil sering terjadi tabrakan yang berujung kematian hanya karena tak mampu mengontrol dan memahami fungsi sesungguhnya rem pada kendaraan kita. Begitulah jika dalam hidup ini sikap saling menghargai dan menyelaraskan semua kepentingan tidak lagi di utamakan, maka nilai keharmonisan akan tercoreng. Mendahulukan ego dari pada kepentingan orang lain adalah cerminan dari suramnya keilmuan seseorang dalam membuat sistim kontrol hidup. Pertikaian secara horisontal kadang tiada terelakan lagi hanya karena rem iman dan rem keilmuan terlalu dangkal.
Sebagai manusia umum apalagi seorang pendidik tentu fungsi rem ini harus benar-benar pakem dan kuat dalam melakukan kendali penyampaian keilmuan pada seoarang murid. Dengan kesabaran rem ini maka ilmu akan mudah tersampaikan dan bermanfaat bagi orang lain apalagi siswa. Keteduhan-keteduhan yang merupakan buah dari toleransi adalah keikhlasan dalam beribadah. Menjadikan rahmatan lilalamin adalah bentuk tujuan secara universal dalam sendi-sendi kehidupan manusia sebagai perwakilan kholifah di atas muka bumi ini. Kondisi lampu rem ini juga akan memberikan kenyakinan lain bagi pihak yang dibelakang untuk mengambil tindakan selanjutnya. Sebab lampu rem kendaraan kita tidak mungkin akan membohongi orang lain. Nyala lampunya saja sudah dapat memberikan kabar atau informasi bagaimana sesunguhnya kkeadaan kita.
Maka jika kita tarik benang merah tentang arti kiasan ini adalah sebagai manusia yang berilmu (berlampu rem) tentu akan memberikan gambaran (perspektif) bagi pihak lain. Karena pancaran dari ilmu itu sendiri merupakan bentuk aura positif  yang bisa dipancarkan dari raut wajah dan siap dalam kehidupan. Ilmu itu pun sudah dapat memberika kabar pada orang lain bahwa apa yang harus dia lakukan pada tahap berikutnya. Sayidina Ali ra pernah ditanya oleh para kaum Khawarisun tentang pentingnya ilmu jika dibandingkan dengan harta materi. Dengan tegas sayidina Ali ra menjawab "ilmu" karena jika ilmu kita berikan pada orang lain maka akan semakin bertambah, sementara harta akan berkurang. Ilmu akan mampu menjaga kita dari jurang kehancuran (rem sepeda) tetapi harta justeru kita yang akan menjaga. Begitu pentingnya ilmu dalam hidup kita bahan sama urgennya jika dibanding dengan lampu rem pada kendaraan kita. Maka dari itu menjaga diri dan memahami keadaan orang lain dengan lampu rem sangatlah penting karena itu adalah bentu kabar orang lain. Menjaga diri dalam menjalani hidup dengan ilmu yang melahirkan siap toleransi antar sesama adalah bentuk manfaatnya sebuah ilmu kita. Hidup akkan adem dan tenang tida merasa ketautan akan adanya bahaya yang sewaktu-waktu bisa mengancap kita. Belajar bertolleransi hidup dengan belajar pada fungsi lampu rem kita adalah bentuk siap bijak dan peka pada suatu bentuk fenomena dalam menjalin harmonisasian antar sesama.

DAHSYATNYA RAMADAN

DAHSYATNYA RAMADAN
DALAM MEMPERKUAT 9 NILAI ANTI KORUPSI

Penulis
SAIFUL ARIF
Guru MTs. Sunan Ampel Kraton



Kasus demi kasus yang melibatkan sebagian pejabat negara baik di pusat maupun di daerah tentang tindakan korupsi, seolah tidak mau berhenti dan semakin memperpanjang daftar pelanggaran yang merugikan negara ini. Berbagai muatan dan liputan di berbagai media cetak atau elektronik menjadi warna hitam moralitas pejabat di bumi pertiwi. Belum sempat hilang bagaimana seorang pemimpin anggota DPR RI menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP yang merugikan triliyunan uang negara. Bahkan dalam acara Anti Coruption Teacher Super Camp (TSC) dikatakan bahwa KPK sangat kelelahan dalam menyelesaikan operasi tangkap tangan (OTT) bagi pejabat korup hingga sekarang tegas M. Laode Syarif wakil ketua KPK. Rupanya tindakan korupsi ini seolah teroganisir dan banyak kepentingan di dalamnya. Tetapi apapun itu KORUPSI adalah sebuah tindakan yang sangat merugikan orang lain bahkan negara.
Korupsi dalam artian sebenarnya adalah suatu tindakan secara sadar atau tidak sadar dengan melanggar aturan mengambil dan mempergunakan barang milik negara secara sengaja atau tidak disengaja. Namun, masih banyak kasus korupsi yang tidak sebenarnya dalam artian tidak merugikan negara secara langsung tetapi lebih bersifat individu maupun kelompok kecil. Mungkin ilustrasi ini bisa kita coba gambarkan adalah seorang pendidik. Di kalangan lingkungan pendidikan sangat sering bahkan menjadi budaya kasus korupsi waktu, baik kedatangan terlambat atau enggan masuk ruang kelas. Di dalam QS An-Nisa' 4:29 Allah berfirman:

يا أيها الذين آمنوا لا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل إلا أن تكون تجارة عن تراض منكم
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu


Dalam pernyataan di atas sangat tegas dan jelas sebagai seorang muslim sangat dilarang keras oleh Allah melakukan tindakan pengambilan hak-hak orang lain. Menurut Ibnu Mas'ud dan Ali bin Abi Talib, makna suht adalah suap atau gratifikasi (korupsi). Dalam riwayat lain korupsi ini ditegaskan dengan berbagai macam bahasa dan istilah sebagaimana dalam riwayat hadits sahih riwayat Imam Lima Nabi bersabda

لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم الراشي والمرتشي والرائش يعني الذي يمشي بينهما
Artinya: Rasulullah melaknat penyuap dan penerima suap dan yang terlibat di dalamnya

Dasar inilah yang harus menjadian fondasi kita sebagai seorang pendidik juga sebagai muslim sejati harus semaksimal mungkin menjadi "rahmatan lil Alamin" yaitu insan yang memberikan manfaat bagi orang lain. Jelas dalam kenyataan di lapangan masih banyak saudara-saudara kita masih kurang amanah sebagai seorang pendidik atau menjadi seorang pejabat (abdi masyarakat). Beberapa faktor yang berpengaruh memang sangat banyak sekali diantaranya yaitu semakin dangkal nilai iman mereka. Belum sadar dan bahkan belum pernah menyadari jika perbuatan korupsi mereka sangat merugikan banyak pihak. Di berbagai lembaga madrasah yang nota bene adalah penggerak integritas anti korupsi justeru sering terjadi pelanggaran-pelanggaran. Bentuk prilaku demikian akan mencoreng dunia lembaga, apalagi berbasis nilai-nilai islam. Kesadaran dari pemangku pendidikan dan pelaku pendidikan kurang berani tegas menegakan supremasi hukum dalam artian yang sebenar-benarnya. Jika persoalan ini dilakukan oleh para pendidik tentu saja yang menjadi korban adalah siswa, tetapi jika yang melakukan adalah pejabat negara tentu dampaknya akan lebih besar lagi.
Hasil gambar untuk tulisan Allah SWT arab
Dengan hadirnya bulan suci romadhon, tentu akan menjadi titik point penting melakukan flash back dan refleksi untuk menjadikan kinerja lebih bagus lagi. Bulan suci Romadhon adalah hari penuh dengan rasa tanggung jawab dan juga nilai jujur yang menjadi pilar utama dalam menjalankan ibadah puasa. Ibadah puasa ini adalah ibadah sirri yang merupakan ibadah rahasia. Nilai ini akan terpatri dalam sanubari sebagai nilai ikhlas dan tanggung jawab. Bulan Ramadhan begitu istimewa, pintu surga dibuka lebar-lebar, neraka ditutup pintunya rapat-rapat, bahkan syaitan pun dibelenggu kuat-kuat. Pahala orang puasa juga sangat menarik, tidak ada batasnya, karena Allah      sendiri yang menghisabnya. Dengan keistimewaan tersebut semestinya menggerakan hati kita untuk melangkahkan kaki berbondong-bondong mengambil berkah bulan ramadhan. Menurut Riyasdi Pendidikan anti korupsi adalah perpaduan antara pendidikan nilai dan pendidikan karakter, sebuah karakter yang dibangun di atas landasan kejujuran, integritas dan keluhuran. Secara garis besar 9 nilai anti korupsi di sebutkan  Jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, adil.

Hasil gambar untuk tulisan Allah SWT arab
Nilai kejujuran sangat penting dalam fondasi menegakan integritas dalam sisi kehidupan manusia. Puasa ramadhan sangat memberikan pembelajaran bagi kita semua bagaimana nilai kejujuran itu tertanam secara tak langsung. puasa adalah ibadah yang mementingkan nilai-nilai kejujuran. Orang bisa saja minum air saat berwudhu atau berbuka ketika di luar pengawasan orang lain. Hanya lewat setetes air saja, orang lain tidak akan tahu kalau dia sudah berbuka. Kejujuran inilah sikap pembeda. Puasa melatih kejujuran seseorang. Lewat puasa, akan terbentuk sikap muraqabah dalam diri seorang Muslim. Muraqabah ialah satu sikap di mana seorang Muslim selalu merasa di bawah pengawasan Allah. Walau dia tidak bisa melihat Allah. Tetapi dia yakin bahwa Allah akan selalu mengawasinya.

Sikap peduli akan sangat terasa dibulan suci ramadhan ini. 
Hasil gambar untuk tulisan Allah SWT arabHasil gambar untuk tulisan Allah SWT arab
Merasakan lapar dan haus merupakan hal yang sangat substansi bagi orang yang menjalankan. Munculnya rasa peduli pada sesama manusia ketika tertimpa musibah. Bulan ini juga sangat memupuk kepekaan antar sesama pula terutama siikap saling tolong menolong. Jika ini kemudian membekas dalam diri masing-masing seorang muslim maka pada bulan-bulan berikutnya akan menjadikan sebuah implementasi dari hasil pelatihan bulan ramadhan.

Puasa dapat membentuk karakter hidup sederhana. Di zaman yang penuh hedonisme dan semua serba diukur dengan materi, puasa dapat mendidik anak untuk menyadari bahwa manusia jangan terlalu mencintai materi. Bahkan suatu saat dan waktu tertentu manusia harus bisa hidup tanpa materi. Waktu yang dimaksud adalah sebuah kematian. Banyak hikmah yang di hasilkan dari proses ibadah puasa kesabaran sejati yang bisa digambarkan saat menunggu berbuka dan tidak akan mungkin makan minum sebelum waktunya. Rasa tanggung jawab sebagai seorang muslim dalam menjalankan ibadah puasa adalah bentuk perintah sang maha Esa yang tidak dapat di tolak tanpa ada udur syar'i yang bisa diterima akal dan bersifat darurat seperti sakit parah, musyafir, usia lanjut dan ibu hamil yang dikhawatirkan membahayakan pada janinnnya.
Jadi, sangat jelas bahwa ibadah puasa ramadhan bisa membentuk karakter seseorang yang lebih baik dan ini yang disebut sebagai keajaiban dan kedahsyatan bulan suci tersebut. Puasa adalah sarana pendidikan bagi pembentukan akhlak manusia. Bulan puasa sering juga di sebut madrasah al-shaum (sekolah puasa). Karena pada bulan tersebut seorang muslim ditempa dalam latihan-latihan spiritual (riadhah) dengan menjalankan wajib puasa dan sunah-sunah puasa seperti memperbanyak baca Al Quran, sholat/doa dzikir dsb. Inti pokok pertalian antara puasa dan pendidikan adalah pada tujuannya yaitu: takwa yang dapat menciptakan kedahsyatan dalam pembentukan karakter yang merupakan cerminan dari implementasi 9 nila anti korupsi.

MEMBANGUN PEMBELAJARAN YANG QUR'ANI, KORAN DAN PELUANG

Penulis
SAIFUL ARIF
smart warta ilmu

Pada umumnya seorang guru telah melakukan persiapan-persiapan sebelum proses belajar mengajar dimulai, mulai dari persiapan rencana program pembelajaran (RPP) yang dibuat dengan berbagai strategi yang handal. Perubahan demi perubahan kurikulum seolah-olah menunjukkan bahwa pembelajaran di dalam kelas mengalami dinamika sosial. sehingga perlu kiranya menyesuaikan dengan keadaan setempat atau berpedoman kearifan lokal. Oleh karena itu guru diharuskan memahami konsep pembuatan RPP yang nantinya mampu menggugah semangat dan motivasi siswa-siswinya.
Pemahaman konsep pembuatan RPP ini sebenarnya sudah banyak diulas dan dibahas melaluhi kompetensi dasar dan indikator pencapaian setelah siswa melakukan proses belajar mengajar. Namun, kadang banyak pendidik yang masih belum mampu mengimplementasikan maupun mempresentasikan nilai apa saja yang harus ditanamkan ke dalam diri karakter siswa dengan melakukan pembelajaran secara interaktif dan berbasis proyek. Lihat pada format kurikulum 2013 (K13) pada pencapaian KI.1 dan KI.2 yaitu penanaman jiwa relegius yang harus dicapai siswa. Ini yang kami sebut sebagai nilai-nilai kandungan Al-qur'an mengajak siswa untuk selalu bertaqwa dan beriman dengan yang sebenar-benarnya. Untuk mengukur hasil pencapaian ini bisa dilakukan dengan pemberian proyek secara berkelompok pada siswa. Guru mengamati terjadinya dinamika yang sedang berjalan di dalam proses siswa menuju sebuah penemuan hasil. Nilai-nilai relegius secara Qur'ani ini tentu dapat dilihat secara nyata dengan mempersiapan rubrik penilaian yang terukur. Sambil menyisipkan nilai-nilai anti korupsi seperti : Jujur, Adil, Tanggungjawab, Kerja Keras, Gotong royong, Percaya diri dsb.
Sementara nilai-nilai yang terkandung di dalam KI.3 dan KI.4 yaitu sebuah pencapaian kompetensi siswa dari penjabaran standar kompetensi. Tentu ini jika indikatornya berhasil maka anak bisa melakukan publikasi dan eksploitasi maupun eksplorasi dalam pengembangan selanjutnya. Maksud dapat mempublikasikan adalah siswa mampu menjawab tantangan-tantangan dari pendidik dalam menyelesaikan problem solving dengan menjelaskan kepada teman sejawat di depan kelas tentang sebuah persoalan. Hal demikian ini yang kemudian penulis sebut sebagai "Koran". Pengetahuan yang telah dicapai secara komprehensip dapat menimbulkan keingin tahuan siswa tentang persoalan lain yang mungkin siswa lain belum bisa menyelesaikan. Inilah bentuk peluang masa depan yang cerdas dan tanggap terhadap kesempatan-kesempatan dalam bentuk persoalan baru yang dapat mengantar siswa ke pintu kesuksesan.
Oleh karena itu dibutuhkan evaluasi guru dapat mengintegrasikan materi yang ada dengan nilai-nilai qur'ani, koran dan peluang. Memang tidak mudah mengangkat tema pembelajaran kelas dalam kasus keagaaman dan sosial masyarakat. Namun, jika pendidik (guru) ingin mecetak generasi muda yang handal maka harus cara demikian itu salah satunya harus diterapkan secara sungguh-sungguh kepada semua siswa. Pembuatan RPP yang tidak hanya copy dan paste tentu akan mendapatkan model sesuai kondisi lingkungan yang ada dengan menggunakan prinsip kearifan lokal. Metode atau cara penyampaian yang adem dan menyentuh nilai psikologi siswa. Teori penjumlahan dalam matematika bisa kita terapkan dengan kebersamaan atau tali sillaturohim untuk menguatkan dan melipat gandakan pahala. Selain itu juga menimbulkan nilai kegotong royongan dan percaya diri. Sehingga kasus demikian akan semakin bisa memberikan pemahaman pada siswa didik.
Diupayakan semua materi yang akan tersampikan dikaitkan dengan kandungan Al-Qur'an sekaligus pemahaman konsep yang akhirnya bisa menterjemahkan sebuh peluang dalam kehidupan dimasa yang akan datang. Tahapan-tahapan dalam penyususnan RPP harus disusun secara cermat dan obyektif. Melakukan do'a bersama pendidik dengan semua siswa juga merupakan bagian sikap yang qur'ani. Hendaknya dalam kegiatan inti selalu diupayakan siswa melakukan project yang melibatkan semua aktivis dalam kelas. Tujuannya adalah mengukur ketercapaian dalam sisi koran dan peluang. Memberikan kesempatan pada siswa secara luas akan membangun opini maupun daya pikir spektakuler siswa karena merasa diberikan ruang untuk mengekspresikan diri guna menggali potensi dan membaca peluang.
Dengan menerapkan sistem K13 secara sungguh-sungguh dan membuat istrumen ukur yang sesuai dengan siswa juga lingkungan akan menghasilkan kemampuan siswa yang luar biasa. Sebab K13 menurut hemat penulis adalah sebuah sekenario pembelajaran tanpa batas bahkan sampai menembus batas. Hampir semua sektor ingin dicapai secara maksimal. Tentu guru yang hanya sebagai fasilitator akan sedikit dimanjakan tanpa harus kerja keras, tetapi justeru sebaliknya siswalah yang harus menggali potensi dirinya agar menjadi pribadi yang Qur'ani, Koran dan Peluang. Amin

INOVASI BARU KOTAK INTEGRITAS

Media Pembelajaran Matematika dengan "Kotak Integritas"
Banyak hal yang dapat kita lakukan dalam melakukan terobosan baru guna mendongkrak motivasi siswa dalam kelas. Kotak integritas adalah sebuah kotak yang dapat digunakan untuk media pembelajaran perkalian bilangan bulat pada kompetensi Operasional bilangan bulat. Selain itu kotak integritas juga dilengkapi dengan papan integritas yang digunakan dalam penyelesaian persamaan aljabar. Teknik penggunaannya cukup mudah dan simple sekali. Adapun bagian-bagian dari kotak integritas ini terdiri dari laci kecil-kecil yang sudah disekat sedimikian rupa sehingga batu yang digunakan sebagai media pemecahan masalah tidak morat marit.
Bagian lain dari alat peraga ini adalah wadah yang dibuat dari limbah botol air mineral, yang berfungsi sebagai wadah batu yang dimasukan ke laci agar lebih mudah dan tidak mudah tumpah. Dalam implementasikan siswa tinggal melakukan secara berkelompok dan saling membantu mencari penyelesaian masalah tersebut. Kesepakatan untuk simbol warna merah baik batu atau wadah adalah negatif, sedangkan jika wadah dan batu warna kuning maka simbolnya nilai positif. Sementara jika dalam perkalian warna wadah dan batu sama maka benilai positif, tetapi sebaliknya jika dalam perkalian warna wadah dan batu tidak sama maka bernilai negatif.



MENGUKUR STANDAR DEVIASI

Untuk mengukur posisi dari titik tengah, dikenalkan dalam statistik dengan dua bentuk model, 1) Ukuran dalam model mean deviasi, model ini lebih menekankan pengukuran berdasarkan jarak dari titik sentral dengan tidak memperhitungkan posisi di atas maupun dibawah titik tengah. Atau dalam statistik, Mean deviasi tidak berbicara tentang simpangan dalam artian yang riil, yakni terdapatnya simpangan postif maupun negatif. Mean deviasi mengasumsikan simpangan dalam bentuk simpangan positif semua. 2) Standar deviasi, berbeda dengan mean deviasi, standar deviasi mencoba melakukan pengukuran secara proporsional. Kalau mean deviasi simpangannya dalam bentuk simpangan positif, maka standar deviasi memilah dalam dua simpangan. Simpangan di atas mean ditandai dengan simpangan positif dan simpangan di bawah mean ditandai dengan simpangan negatif. Kalau dalam proses pembagian klasifikasi untuk menentukan posisi strategis kita mempergunakan analisis berbasis tendensi sentral dalam bentuk median, maka dalam Mean deviasi maupun standar deviasi kita akan mempergunakan ukuran tendensi sentral berbasis mean. Untuk lebih jelasnya marilah kita perhatikan diagram mean deviasi dan standar deviasi, yang sudah dalam bentuk kurva normal.

Berikut contoh studi kasus perolehan nilai dari sekelompo siswa


Dari hasil perhitungan tersebut diketahui dan disimpukan bahwa distribusi data perolehan nilai masih belum tersebar secara terpusat. Oleh karena itu butuh evaluasi lagi dari guru bidang studi untu melakkukan uji ulang melaluhi redial.

Berikut Tutorial videonya
Salam smart warta ilmu


Buat para sahabat alumni Program Pasca sarjana S-2 Universitas Kanjuruhan, sekarang dapat menikmati video kenangan saat acara wisuda di hotel purnama Batu, Klik disini silahkan unduh sendiri. jika tidak bisa pakai bantuan IDM (internet dowlad manager) pasti dijamin ok
Check Google Page Rank
Berikan Pendapat Anda tentang WI Berikan komentar positif dan santun demi pengembangan selanjutnya, untuk partisipasi anda semua saya ucapkan Terimakasih