ABSTRAK
Analisis korelasional merupakan metode statistik inferensial penting untuk mengukur keeratan dan arah hubungan linier antar variabel kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dua set data nilai (Data 1 dan Data 2) dari 15 sampel responden menggunakan pendekatan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan secara statistik antara Data 1 dan Data 2 (r = 0.689, p = 0.005 < 0.05) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0.475. Dapat disimpulkan bahwa Data 1 memberikan kontribusi sebesar 47.5% terhadap variasi Data 2, sementara 52.5% sisanya dipengaruhi oleh faktor luar lainnya.
Kata Kunci: Korelasi Pearson, SPSS, Statistik Inferensial, Evaluasi Nilai, Koefisien Determinasi.
I. PENDAHULUAN
Analisis korelasional merupakan salah satu teknik statistik inferensial kuantitatif yang paling fundamental dan luas digunakan dalam penelitian pendidikan serta evaluasi hasil belajar. Tujuan utama dari analisis korelasi adalah untuk menentukan tingkat keeratan (kekuatan) serta arah hubungan linier antara dua atau lebih variabel berskala kuantitatif (rasio atau interval).
Dalam konteks evaluasi dan asesmen pembelajaran, pengukuran korelasi membantu para pendidik, peneliti, dan pengambil kebijakan untuk memahami sejauh mana pergeseran atau perubahan performa pada variabel pertama (Data 1) berkaitan secara sistematis dengan perubahan performa pada variabel kedua (Data 2).
Karya tulis ilmiah ini menyajikan hasil analisis kuantitatif secara mendalam terhadap dataset yang berisi 15 sampel nilai menggunakan kerangka komputasi Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Metode utama yang diterapkan adalah Korelasi Pearson (Pearson Product-Moment Correlation).
II. METODOLOGI ANALISIS
Metodologi yang digunakan dalam studi ini berbasis pada pendekatan kuantitatif inferensial. Dataset yang dianalisis mencakup 15 pasang data (N = 15) yang merepresentasikan dua variabel pengukuran (Data 1 dan Data 2). Prosedur analisis statistik dijalankan melalui perangkat lunak SPSS dengan formulasi hipotesis sebagai berikut:
- Hipotesis Nol (H0): Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara Data 1 dan Data 2 (r = 0).
- Hipotesis Alternatif (H1): Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara Data 1 dan Data 2 (r ≠ 0).
Kriteria Pengambilan Keputusan (Signifikansi 2-tailed pada α = 0.05):
- Jika nilai Sig. (2-tailed) < 0.05: Maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara kedua variabel.
- Jika nilai Sig. (2-tailed) ≥ 0.05: Maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel.
III. HASIL ANALISIS SPSS DAN PEMBAHASAN
1. Statistik Deskriptif (Descriptive Statistics)
Statistik deskriptif memberikan gambaran umum mengenai distribusi data kuantitatif dari kedua variabel, mencakup nilai rata-rata (mean), standar deviasi, serta rentang nilai minimum dan maksimum.
| Parameter Statistik | Data 1 | Data 2 |
|---|---|---|
| Jumlah Sampel (N) | 15 | 15 |
| Rata-rata (Mean) | 54.87 | 69.20 |
| Standar Deviasi (Std. Dev) | 18.97 | 11.96 |
| Nilai Minimum | 23.00 | 54.00 |
| Nilai Maksimum | 86.00 | 92.00 |
2. Matriks Korelasi Pearson (Pearson Correlation Output)
| Variabel | Metrik SPSS | Data 1 | Data 2 |
|---|---|---|---|
| Data 1 | Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N |
1.000 - 15 |
0.689** 0.005 15 |
| Data 2 | Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N |
0.689** 0.005 15 |
1.000 - 15 |
| Keterangan Model | R-Squared (R²) Koefisien Determinasi |
0.475 (47.5%) |
0.475 (47.5%) |
IV. DISKUSI DAN KESIMPULAN
Berdasarkan olah data statistik yang telah dilakukan menggunakan SPSS, diperoleh tiga kesimpulan komprehensif sebagai berikut:
- Keberadaan Hubungan Signifikan: Nilai signifikansi dua arah (Sig. 2-tailed) yang diperoleh adalah 0.005. Karena nilai p-value (0.005) jauh lebih kecil dari tingkat alpha yang ditentukan (α = 0.05), maka H0 secara tegas ditolak dan H1 diterima. Hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan searah yang signifikan secara statistik antara Data 1 dan Data 2 pada tingkat kepercayaan 95%.
- Keeratan dan Arah Hubungan: Koefisien korelasi Pearson (r) sebesar +0.689 menunjukkan arah hubungan positif. Arah positif bermakna bahwa kenaikan pada nilai Data 1 secara proporsional berasosiasi dengan peningkatan pada nilai Data 2. Berdasarkan kriteria Guilford, besaran r = 0.689 masuk dalam kategori keeratan hubungan yang KUAT (0.60 – 0.79).
- Besarnya Kontribusi (Determinasi): Koefisien determinasi R-squared (R²) diperoleh sebesar 0.475 (atau 47.5%). Hal ini mengindikasikan bahwa sebesar 47.5% variabilitas atau naik-turunnya nilai pada Data 2 dapat dijelaskan secara langsung oleh variasi pada Data 1. Adapun sisa sebesar 52.5% dijelaskan oleh variabel atau faktor-faktor lain di luar model pengujian ini.
V. DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka berikut disusun secara akademis mengikuti standar referensi internasional (APA Style 7th Edition):
- Arikunto, S. (2021). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
- Cohen, J., Cohen, P., West, S. G., & Aiken, L. S. (2013). Applied Multiple Regression/Correlation Analysis for the Behavioral Sciences (3rd ed.). Routledge.
- Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.
- Field, A. (2018). Discovering Statistics Using IBM SPSS Statistics (5th ed.). SAGE Publications.
- Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25 (Edisi 9). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
- Guilford, J. P. (1956). Fundamental Statistics in Psychology and Education (3rd ed.). McGraw-Hill.
- Santoso, S. (2020). Menguasai SPSS 26 untuk Olah Data dan Penelitian. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
- Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
- Lampiran penelitian:




