Berikan Pendapat Anda tentang WI Berikan komentar positif dan santun demi pengembangan konten yang lebih menarik serta lebih faktual dengan berita ilmu yang bermanfaat bagi kita semua pada tahap selanjutnya, untuk partisipasi anda semua saya ucapkan Terimakasih

UJI INDEPENDENT SAMPLE T -TEST YANG GAGAL

Melakukan sebuah penelitian memang tidak mudah dan gampang dengan berbagai macam bentuk data hasil pengamatan atau observasi. Terkadang dalam pengambilan data yang begitu bnyak tidak mewakili alias bias. Tentu ini jika dipaksakan akan mendapatkan sebuah konklusi yang cukup fatal dan kurang tepat. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah pengujian-pengujian yang lain untuk memenuhi prasyarat dari uji yang lainnya pula. Berikut sebuah contoh data yang tidak bisa diteruskan untuk melakukan pengujian lainnya karena satu prasyarat tidak terpenuhi yaitu Normalitas data. Ingat, penelitian tidak harus diakhiri dengan kata-kata berhasil sesuai dengan keinginan kita. Gagal pun adalah sebuah pengetahuan yang akan kita jadikan pijakan untuk memperbaiki langkah berikutnya terutama dalam pengambilan sampling.


Uji independent sample t- test digunakan untuk melakukan pengujian dari dua sample yang berbeda. Selain itu, uji ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rata-rata antara dua kelompok sampel yang tidak berhubungan. Jika ada perbedaan, rata-rata manakah yang lebih tinggi. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio. Definisi lain tentang independent t – test yaitu Uji-t sampel independen adalah tes yang membandingkan dua kelompok pada nilai rata-rata kontinu (mis., Interval atau rasio), variabel yang terdistribusi normal. Uji-t sampel independen membandingkan dua kelompok independen pengamatan atau pengukuran pada satu karakteristik
Beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk melakukan uji tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Skala yang di gunakan adalah data berinterval/rasio.
2.      Kelompok data saling bebas atau tidak berpasangan.
3.      Data per kelompok berdistribusi secara normal.
4.      Data per kelompok tidak terdapat outlier.
5.      Varians antar kelompok sama atau homogen
Untuk asumsi poin no. 1 dan 2, anda tidak perlu mengujinya dengan SPSS. Sedangkan untuk asumsi no. 3 dan no. 5 anda harus mengujinya dengan SPSS dengan uji normalitas.


Memulai dengan uji Normalitas - Independen T Test
Silahkan buka program SPSS, dengan data yang sudah anda miliki lakukan beberapa Langkah-langkahnya. Adapun langkah pertama adalah menguji asumsi normalitas, outlier dan homogenitas. Pada menu SPSS, klik Analyze >> Descriptive Statistics >> Explore. Maka akan muncul jendela atau gambar seperti di bawh ini


Silahkan anda lanjutkan dengn Klik tombol pada Plots, setelah muncul jendela, centang Factor levels together, Stem-and-leaf, Histogram, Normality plots with tests dan Power estimation. Kemudian Klik Continue.


Lalu lanjutkan dengan menekan tombol OK. Maka akan muncul output pada halaman lainnya.



Tabel di atas menunjukkan hasil uji Shapiro Wilk dan Lilliefors. Nilai p value (Sig) Lilliefors pada Kelompok B adalah 0,034 di mana < 0,05 maka berdasarkan uji lilliefors, data tiap kelompok berdistribusi Tidak normal. P value uji Shapiro wilk pada kelompok A sebesar 0,002 < 0,05 dan pada kelompok B sebesar 0,004 < 0,05. Karena semua < 0,05 maka kedua kelompok sama-sama berdistribusi "TIDAK NORMAL" berdasarkan uji Shapiro wilk. Oleh karena itu uji ini tidak bisa diteruskan ke pengujian berikutnya karena prasyarat uji normalitas tidak terpenuhi. Maka harus ada "EVALUASI" data berikutnya.










Related Posts:

  • PRODUKTIVITAS MARJINAL DALAM EKUILIBRIUM Sampai sekian jauh kita telah menangkap dua fakta tentang bagaimana upah terbentuk di pasar tenaga kerja yang bersifat lcompetitif. Kedua hal tersebut adalah: Upah senantiasa menyesuaikan diri demi tetciptanya keseimbangan … Read More
  • PERGESERAN DALAM PENAWARAN TENAGA KERJA Andaikan saja suatu ketika arus imigrasi meningkatkan jumlah pekerja yang bersedia memetik apel. Sebagaimana diperlihatkan oleh Cambar 18-5, lonjakan jumlah calon pekerja itu menggeser kurva penawaran tenaga kerja keselah ka… Read More
  • TUJUAN PEMBANGUNAN NASIONAL           Pembangunan yang terpusat dan tidak merata yang dirasakan selama ini ternyata hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi serta tidak diimbangi oleh kehidupan sosial, politik, hukum, dan ekono… Read More
  • BIAYA PELUANG Pembahasan mengenai biaya peluang sangat berkaitan dengan kebutuhan manusia yang bersifat tidak terbatas. Ketakterbatasan kebutuhan manusialah yang memunculkan terjadinya biaya peluang. Ketakterbatasan kebutuhan manusia meng… Read More
  • KETENAGAKERJAAN1. PERMASALAHAN KETENAGAKERJAAN            Pada dasarnya setiap manusia hidup harus bekerja dan mempunyai pekerjaan. Hal ini dimaksudkan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup baik untuk dirinya sen… Read More

0 komentar:

Posting Komentar