LIFE IS BEAUTIFUL

Saya akan bercerita tentang life is beautiful. Coba anda bayangkan anda pagi hari berlari-lari di lapangan rumput hijau dengan nafas yang ngos-ngosan dan badan pun berkeringat. Tiba-tiba dari belakang anda datang seorang pemuda menghampiri anda dan memberikan tas plastik yang berisi sesuatu dan berkata “eh…pak ini hadiah buat bapak”. Anda pun menghentikan langkah lari anda dan segera membuka tas palastik yang diberikan pemuda yang belum anda kenal tadi. Setelah anda buka ternyata tas plastik itu berisi tai sapi (kotoran sapi).
Jika saya bertanya kebeberapa orang tentunya semua jawaban rata-rata adalah marah, jengkel bahkan melempar kembali tai sapi tadi ke pemuda tersebut. Tapi tahukah anda masih ada segelintir orang yang ketika diberikan tai sapi tersebut justru malah tersenyum dan bersyukur terhadap orang yang memberikannya. Mengapa? Karena orang ini berfikir jika pemuda tadi memberikan tai sapi kepadanya dianggap tahu betul jika di rumahnya ada tanaman yang kurang subur. Jadi orang ini berpandangan tai sapi tersebut sebagai pupuk organik yang dapat menyuburkan tanaman di sekitar rumahnya.
Para reader yang budiman, inilah yang di sebut sebagai life is beautiful, yang memandang sesuatu dari sudut pandang dengan perspektif yang lain yaitu positif thinking. Dia tidak pernah sakit hati dengan kejadian seperti itu. Memandang hidup ini dengan perasaan senang. Kadang-kadang di kantor kita temukan berapa banyak orang-orang yang selalu melihat orang lain ini dengan negative thinking. Anda pasti dapat memastikan orang ini tidak akan dapat menemukan life is beautiful. Maka jika mendapatkan orang-orang seperti ini sebaiknya kita jawab hanya dengan senyuman saja.
Mungkin sebait kalimat yang di cuplik dari sebuah lagu “When you tell me that you love me” yang dinyanyikan Diana Ross dapat memberikan inspirasi agar kita selalu menemukan life is beautiful.

In a world without you
I would always hunger
All I need is your love to make me stronger

Dalam bait lirik tersebut sangatlah jelas bahwa manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa terlepas dari yang lainnya. Kekuatan dibangun karena ada orang lain yang mengikat menjadi satu kesatuan tunggal membentuk sistem yang saling menguntungkan. Mungkin inilah yang di sebut sebagai simbiosis mutualis.
Sebagai ilustrasi, tidak semua orang senang dengan coretan saya, tentu ini banyak alasannya. Seperti mungkin yang baca sudah kenal saya dan membenci saya, sehingga apa pun yang saya lakukan adalah tetap salah. Karena bisa saja orang seperti itu perspektifnya salah dan selalu negative thinking. Ini sebenarnya alasan yang tidak realistis. Maka jika kita ingin meraih sukses, berpikiranlah positif.

Saya pak say….salam smart warta ilmu


0 komentar:

Memuat...
Loading...
Check Google Page Rank