FUNGSI PRODUKSI DAN PRODUK MARJINAL TENAGA KERJA

         Dalam memutuskan berapa banyak pekerja yang perlu direkrut, perusahaan itu harus mengetahui bagaimana jumlah pekerja mempengaruhi output yang Tereka produksi. Dalam kalimat lain, perusahaan tersebut harus mengetahui bagaimana jumlah pemetik apel mempengaruhi jumlah apel yang dapat dipanen dan dijuaInya. Tabel 18-1 memberikan sebuah contoh numerik. Pada baris pertama terdapat keterangan mengenai jumlah pekerja yang dapat direkrut oleh perusahaan, sedangkan pada baris kedua tercantum keterangan mengenai jumlah atau kuantitas apel yang dapat dipetik oleh para pekerja setiap minggunya.
Kedua baris ini merupakan gambaran tentang kemampuan.produksi perusahaan. Kita telah mengetahui bahwa para ekonom lazirn menggunakan istilah fungsi produksi (production function) untuk menjelaskan hubungan antara kuantitas input yang digunakan dalam produksi dan kuantitas output dari produksi tersebut. Di sini, "input" yang dimaksud adalah tenaga pemetik apel, sedangkan "output" adalah jumlah sekian karung apel yang dipetik. Berbagai macarn input lainnya, mulai dari pohon-pohon yang digunakan apel itu sendiri, tanah perkebunan, truk dan traktor milik perusahaan, dan sebagainya, untuk sementara disisihkan dari pengarnatan. Fungsi produksi memproduksi perusahaan tersebut menunjukkan bahwa jika perusahaan merekrut seorang pekerja, ia akan memetik 100 karung apel per minggu. Sedangkan kalau merekrut dua orang pekerja, mereka berdua akan memetik 180 karung apel serninggu, dernikian seterusnya.
         Gambar 18-2 menyajikan secara grafis data tenaga kerja dan output yang termuat dalarn Tabel 18-1. jurnlah pekerja diukur pada sumbu horizontal, sedangkan kuantitas output diukur pada surnbu vertikal. Gambar ini pada dasarnya menggambarkan fungsi produksi yang baru saja kita bicarakan. Salah satu dari Sepuluh Prinsip menyatakan orang-orang rasional senantiasa berpedornan pada konsep marijinal. Gagasan ini merupakan kunci untuk memahami bagaimana perusahaan- perusahaan membuat keputusan tentang banyaknya pekerja yang hendak direkrutnya. Bahan penting untuk inembuat keputusan tersebut telah disajikan dalam baris ketiga Tabel 18-1, yakni data produk marjinal tenaga kerja ( marjinal Onarginal product of labor), yakni kenaikan output dari tarnbahan satu unit input tenaga kerja. Pada saat perusahaan menambah jumlah pekerja, misalnya dari satu menjadi dua orang pekerja, jurnlah apel yang terpetik bertarnbah dari 100 menjadi 180 karung. Dengan demikian, produk rnaffinal tenaga kerjanya adalah 80 karung apel.
          Perhatikan bahwa ketika jumlah pekerja meningkat, produk marjinal tenaga kerjanya justru berkurang. Anda sudah mengetahui bahwa situasi dernikian lazim disebut sebagai produk marjinal yang sernakin menurun (diminishing marjinal product). Pada awaInya, ketika perusahaan baru merekrut sedikit pekerja, mereka akan memilih pohon-pohon apel yang paling lebat buahnya sehingga petikan mereka pun banyak. Namun ketika perusahaan menambah jurnlah pekerja, maka para pemetik apel yang dating belakangan hanya kebagian pohon-pohin apel yang buahnya relative sedikit, sehingga dengan waktu kerja yang sama hasil petikan mereka lebih sedikit pula. Semakin banyak pekerja yang direkrut, maka semakin sedikit tambahan hasil petikan yang diperoleh sehingga hasil petikan rata-rata pekerja juga menurun. Atas dasar alas an inilah maka bentuk fungsi pruduksi pada gambar 18-2 kian mendatar seiring dengan bertambahnya pekerja.


0 komentar:

Memuat...
Loading...
Check Google Page Rank