Guru Swasta Kecil dan Honorer

Guru swasta macam apa yang perlu mendapat tunjangan? semua guru, baik honorer di sekolah-sekolah swasta maupun honorer di sekolah-sekolah negeri. Swasta yang perlu mendaptkan prioritas adalah sekolah-sekolah swasta kecil, baik yang a di pedesaan, pinggiran kota, maupun tengah kota. Tapi ereka yang mengajar di sekolah-sekolah swasta besar juga lupa diperhafikan, karena mereka juga menjalankan fungsi yang sama, yaitu mencerdaskan bangsa. Dan banyakjuga. sekolah swasta yang tidak memperhatilcan guranya sehingga guru hanya diberi honor rendah. Akibatnya, para guru swasta di kota-kota besar mengalami ffiftriofity complex karena selalu berhadapan dengan para murid yang lebih kaya, parlehte, pintar, sementara dirinya dekil, miskin, tidak pintar. Selain gaji mereka kecfl, nasib mereka juga ironis bila dibanding dengan murid-muridnya. Murid-murid pergi pujang diantar oleh mobil mewah; guru naik bus kota yang sumpek atau sepeda motor. Murid hb.uran dengan *Ian-jalan ke pulau lain atau -ke luar, negen, guru di runtah saja karena tidak punya uang. Muriddi rumah bermaih Internet, guru komputer pun tidak punya.
Meskipun demikian, bila harus mengambil prioritas pilihan pertama adalah pada.guru-guru di sekolah swasta kecil baik di desa maupun di kota maupun guru honorer di sekolah negeri - Sekolah-sekolah swasta kecil itu - yang jumlahnya mencapai sekitar 92% dari total sekolah swasta di Indonesia-secara obiektif mengalami keterbatasan dana, gerakan mereka masih murni untuk mencerdaskan masyarakat yang tidak punya.
Demikian pula, para guru honorer di sekolah-sekolah negeri Selain mau berjuang mereka juga menghadapi kesenjangan soaial dengan guru-guru negeri. Pada sekolah-sekolah swasta kaya, pemerintah bisa menekan yayasan agar meningkatkan kesejahteraan gurunya. Jadi, dana yang ada tidak hanya untuk pengembangan fisik atau sesuatu yang glamor saja, tapi tak kalah pentingnya adalah untak kesejahteraan guru. Guru sebetulnya merupakan garda depan bagi keberlangsungan, proses pendidikan di sekolah sekolah swasta. Guru guru yang baik dan professional akan mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk memasuki sekolah tersebut. Sebahknya, guru yang asal-asalan dan sering terjadi pergantian karena kontraknya hanya setahun sekali, akan menjadi iklan buruk bagi sekolah tersebut

Tanggung jawab pada sekolah-sekolah swasta besar itu juga harus dibebankan kepada masyarakat yang menyekolahkan anaknya di sekolah itu. Banyak orang tua yang ketika bernegosiasi untuk memasukkan anaknya hanya memakai sandal jepit, baju murah, dan memakai kendaraan umum agar dikenai biaya murah, tapi setelah anaknya masuk ternyata antar jemput sekolah dengan berganti-ganti mobil (mewah), liburan ke luar negeri dan perayaan ulang talum di hotel berbintang. Terhadap orang-orang yang memiliki mentalitas tidak bertanggung jawab itu, yayasan perlu bertindak keras dengan membenkan sanksi besar. Orang-orang kaya itu wajib turut menanggung biaya didikan yang baik bagi anaknya sendiri. agar para guru tidak dieksploitasi Mentalitas cari enaknya sendiri dengan cara menyokolahkan anak di sekolah-sekolah swasta besar, tapi dengan kemauan membayar rendah, saatnya dikikis habis.

Demikian pula, tanggung jawab pemerintah terhadap anak bersekolah di sekolah-sekolah negeri perlu ditingkatkan, pemberian honor yang cukup kepada para guru honorer. Selama ini, para guru honorer di sekolah-sekolah negeri terima gaji sesuai dengan kerelaan kepala sekolah karena memang belum. ada standar minimal gaji guru honorer. Bahkan, mendapat jatah mengajar atau tidak pun sangat tergantung pada belas kasih kepala sekolah. Pemberian honor yang rendah kepada guru honorer di sekolah-sekolah negeri sama saja mengeksploitasi tenaga para guru honorer. Itu cermin dari pemerintah lepas tanggung jawab.

Agar tunjangan untuk guru-guru swasta itu tidak disunat pihak mana pun, termasuk birokrasi pendidikan dan yayasan maka lebih baik penyalurannya melalui rekening di bank, sehingga. tidak ada alasan untuk memotong uang administrasi. Selama ini, penyaluran bantuan-bantuan ke sekolah/ guru selalu dapat potongan administratif dari birokrasi pendidikan pendidikan.
Agar mengurusinya. Bila tidak mau dipotong, biasanya pencairan dipersulit atau pada masa mendatang tidak mendapat penpatan memperoleh bantuan lagi. Jadi, bantuan hanya diberikan kepada sekolah-sekolah yang bisa tunduk pada kemauan birokrasi pendidikan.
Agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial dengan para tenaga nonedukatif, maka pemberian tunjangan kepada guru-guru swasta itu perlu. diikuti dengan peningkatan kesejahteraan para tenaga nonedukatif. Tapi peningkatan kesejahteraan tenaga edukatif itu dapat diserahkan kepada penyelenggara sekolah. Asumsinya, dengan adanya tunjangan bagi guru-guru honorer swasta, maka beban yayasan untuk memikirkan kesejahteraan gurunya menjadi lebih ringan, sehingga sebagian dana yang dimilikinya bisa dialokasikan untuk kenaikan gaji tenaga, nonedukatif. Sedangkan kesejahteraan tenaga noneduaktif di sekolah-sekolah negeri yang belum. diangkat menjadi PNS hendaknya menjadi tanggung jawab sekolah. Uang operasional di sekolah-sekolah negeri sebetuInya cukup besar, karena uang BP3 yang dibayarkan oleh murid penggunaannya diserahkan kepa sekolah, termasuk untuk peningkatan kesejahteraan guru karyawa;n. Tapi sering. sekali karena jun-dah tenaga nonedu di sekolah-sekolah itu minoritas, maka posisi tawarnya pun lemah.

sumber: pendidikan rusak rusakan karya Darmaningtiyas

1 komentar:

juli yanti mengatakan...

Saya saat ini honor diswasta, tp saya mau pindah honor di negeri,KETIKA mau buat NUPTK apa berlaku SK dr swata untuk NEGERI???

Memuat...
Loading...
Check Google Page Rank