REVOLUSI INDUSTRI DAN KELAHIRAN KAPITALISME (Part II)

Yang tak kalah pentingnya dengan revolusi politik dalam membentukan teori-teori sosiologi adalah teori Revolusi industri, yang berlangsung dibeberapa masyarakat  Barat, terutama pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Revolusi industri bukanlah peristiwa tunggal, melainkan terdiri dari beberapa perkembangan yang saling terkait dan berpuncak pada transformasi dunia barat dari system pertanian menuju system industri besar-besaran. Para petani meningalkan pertanian dan beralih ke pekerjaan di sector industri yang ditawarkan oleh pabrik-pabrik besar. Pabrik itu di trasnformasikan oleh rangkaian panjang kemajuan teknologi. Birokrasi ekonomi besar semakin banyak memberikan jasa yang dibutuhkan oleh industridan sistem kapitalis yang tengah tumbuh. Dalam ekonomi ini, yang menjadi kondisi ideal adalah pasar bebas tempat diperjualbelikan produk-produk industri. Dalam system ini, hanya sedikit yang memperoleh laba besar terhadap system industri dan kapitalisme ini secara umum berimbas dan mengarah pada pergerakan buruh maupun berbagai gerakan radikal yang ditunjukkan untuk menghapuskan system kapitalis.
Revolusi industri, kapitalisme dan reaksi terhadapnya memicu gejolak ditengah masyarakat Barat, dan ini mempengauhi para sosiolog. Berbeda dengan para pemikir lain, empat tokoh utama dalam sejarah awal teori ssiologi – Karl Max, Max Weber, Emil Durkheim, Georg Simmel – amat memperhatikan perubahan-perubahan ini dan masalah yang ditimbulkannya untuk mempelajari perubahan masalah-masalah ini, dan dalam bayak kasus mereka berusaha mengembangkan program yang akan membantu memecahkan masalah-masalah tersebut.


0 komentar:

Memuat...
Loading...
Check Google Page Rank