Berikan Pendapat Anda tentang WI Berikan komentar positif dan santun demi pengembangan konten yang lebih menarik serta lebih faktual dengan berita ilmu yang bermanfaat bagi kita semua pada tahap selanjutnya, untuk partisipasi anda semua saya ucapkan Terimakasih

MENGGALI POTENSI SISWA MELALUHI SINAU LAPANGAN



Ekspresi "Refresh" Dewan Pendamping SMAGA di Candi Borobudur

Wujud kepedulian Lembaga SMAGA atau SMAN 3 Pasuruan terhadap para siswa siswinya memang bukan hanya isapan jempol belaka. Terbukti diagendakan program sinau lapangan oleh siswa kelas XI baik dari jurusan IPA atau IPS. Kegiatan sinau lapangan ini dimulai tanggal 03 desember sampai 06 desember 2019. Lokasi kunjungan adalah P4TK seni Jogjakarta dengan berbagai macam studio keterampilan yang disediakan di tempat tersebut. Keberangkatan rombongan sinau lapangan dengn goes to Jogjakarta ini pukl 21.00 WIB dengan titik kumpul di halaman SMAGA. Sekitar 200 peserta ikut dalam kegiatan ini. Pihak sekolah membagi dengan beberapa kelompok untuk membuat laporan pertanggungjawaban dari kegiatan tersebut. Ada laporan bentuk presentasi, vlogger dan video.
Tepat pukul 03.00 WIB dini hari rombongan telah tiba di rumah makan Grafika Jogjakarta. Dengan dimulai mandi dan sholat subuh untuk menunggu sarapan bersama-sama semua siswa berkumpul diruang makan bersama-sama. Menjelang pukul 06.00 WIB semua peserta dari siswa SMAGA makan pagi sebelum dilanjutkan ke lokasi utama yaitu P4TK seni. Sekitar pukul 08.00 WIB bis rombongan telah tiba di lokasi halaman P4TK dan diadakan apel untuk pengaturan siswa masuk ke aula pertemmuan. Dalam acara tersebut siswa SMAGA disambut oleh ketua P4TK dengan beberapa widya iswara dari P4TK tersebut.
Di dalam kelompok telah dipandu oleh masing-masing tim ahli yaitu widya iswara dan 2 guru pedamping dari SMAGA. Target studio yang di pelajari adalah (1) Thater, (2) Karawitan, (3) Gamelan, (4) Tarian, (5) Musik, (6) Batik, (7) Keramik, (8) Lukis. Seni theater adalah paling dimitati oleh siswa siswai SMAGA. Alasannya adalah karena dari sisi lain merupakan gambaran sosial masyarakat dan interaksi yang lainnya. Seperti ibu guru kita yang saling tanggungjawab dalam menjaga amanat untuk selalu mengawal putra putrinya dalam kegiatan sinau lapangan tersebut. Ada hal yang menarik di studio lukisan yaitu para pemandu atau widya iswara benar-benar dengan tekun dan sabar membina para peserta dengan memberikan tugas melukis yang telah ditentukan temanya. Mengambil tema yang sangat mudah dan sederhana yaitu benda-benda sekitarnya.
Sebagai tindak lanjut untuk meningkatkan kompetensi siswa tersebut maka seyogyanya Lembaga memberikan fasilitas mini studio di lembaga tersebut untuk direlisasikan menjadi studio ala P4TK tersebut. Rupanya para komite sangat antusias ingin mewujudkan sarana dan prasarana tersebut guna menampung keahlian khusus siswa agar kedepannya bisa menciptakan lapangan kerja demi orang lain yaitu dengan cara berkarya dan berprestasi. Tentu target dari komite adalah studio dengan alat musik tradisionalnya yaitu ANGKLUNG. Pertimbangannya adalah karena music ini hapir langkah dan ditinggalkan masyarakat luas. Bayangkan ketika sebuah Lembaga Pendidikan melestarikan music angklung dan msing-msing siswa mempunyai kompetensi dibidang alat music tradisional seperti angklung. Tentu ini akn mempunyi nilai jual tinggi ditatanan masyarakat yang “mungkin” ditahun-tahun modern ini merindukan lantunan alat-alat music tradisional.
Selain sinau lapangan ini juga mengunjungi area wisata Taman Sari yang terletak di selatan Kraton Jogjakarta. Keberangkatan siswa dari hotel Bhineka jam 07.30 WIB sampai dilokasi pukul 09.00 WIB dan kendaraan bis diparkir di dekat pasar Ngaben. Dengan panduan panitia dan guru pendamping siswa berjalan menuju lokasi Taman Sari sekitar 20 menit perjalanan. Karena kondisi di lokasi sempat hujan maka siswa sempat berteduh sekitar 10 menit sambil berjajar masuk kelokasi. Dengan panduan para guide yang menjelaskan masing-masing lokasi yang berada di dalam taman sari tersebut. Misalnya siswa diterangkan tentang sendang yang berada tepat di tengah-tengah taman sari yaitu tempat mandinya para selir prabu Hamengku buwono ke I dan para putrinya. Banyak spot yang berada di sana diantaranya tempat tidur sang sultan, tampat baju para putri raja dan masih banyak yang lainnya.
Perjalanan diteruskan ke candi Borobudur dengan diiringi 5 bis dan 200 peserta sinau wisata sampai di lokasi pukul 11.00 WIB. Siswa di minta untuk mengeksplore areal candi guna mendapatkan keterangan tentang fenomena dan kedahsyatan  candi Borobudur tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa candi Borobudur mempunyai beberapa tingkat diantara tingkat dasar yaitu arel tempat berpijak candi. Sementara tingkat 2,3 dan 4 terdapat lukisan atau pahatan patung yang berada dinding candi dengan sejuta misteri cerita tentang masa lalu kehidupan zaman dulu. Sayangnya para pengunjung hanya digunakan selfi dan areal bercanda maupun bermain-main saja tanpa diimbangi menggali pegetahuan yang tersembunyi. Seharusnya di candi Borobudur juga di lengkapi dengan guide atau pemandu tentang sejarah Borobudur. Sementara di lantai 5, 6 dan 7 dilengkapi dengan stupa yang berjulah berbeda-beda diantaranya lantai 7 ada 19 stupa. Selain itu tingkat 6 ada 31 stupa yang di dalamnya berisi dengan patung para dewa.
Dihari terakhir kegiatan sinau lapangan ini, para siswa dipandu menuju ke lokasi wisata Goa Pindul yang terletak di Jogjakarta sebelah selatan tepatnya gunung kidul. Sampai dilokasi pukul 10.00 WIB dan disambut para pemandu di camp Haris. Siswa diminta untuk berkumpul di ruang pendopo dan dewan guru juga diminta untuk bekumpul di areal pesangraha pendopo sekedar melepaskan Lelah dan minum wedang jahe ala Goa Pindul. Sekitar setengah jam siswa diminta untuk memakai pelampung satu-persatu dengan panduan para guide yang telah dipersiapkan. Setelah photo bersama-sama siswa diminta naik ke mobil pick up yang mereka sebut dengan mobil PAJERO (Mobil Panas Jobo Jeru). Sampai dilokasi sungai yang dimaksud peserta turun ke lokasi dengan dilengkapi Ban pelampung untuk berenang bersama-sama. Dengan panduan para guide peserta digiring searah aliran sungai menuju goa pindul (pipi kesendul). Menceritakan beberapa bebatuan yang menempel disepanjang goa. Ada batu stalaktit, stalakmit dan batu kristal yang begitu cantik terkena silauan matahari yang melaluhi celah dinding Goa. Dengan suasana yang terang,redup dan gelap di dalam goa Susana semakin ramai dengan jeritan-jeritan histeris para peserta yang begitu menikmati fenomena-fenomena arus sungai yang semakin deras. Beberapa dewn guru juga mengikuti petualang tersebut diantaranya waka siswa Jumiati dan Komite saiful arif. Tugas para dewan guru ini mendampingi siswa dalam pejalanan yang cukup menantang tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan. Sampai diujung sungai para peserta tidak selesai sampai disitu, namun masih ditantang dengan arum jeram disungai yang lainnya. Suasana semakin mencekam saat arus sungai sangat bergelombang sehingga para siswa terombang-ambing ke kanan atau ke kiri secara natural. Namun karena instruksi dari para guide harus selalu bergandeng tangan agar tidak terlepas satu dengan yang lainnya. Perjalanan semakin mengasikan saat melintasi air terjun dipinggiran sungai tersebut. Suasana alam yang begitu natural menambah pikiran semakin refresh dan santuy saja.
Perjalanan dilanjutkan pukul 13.00 WIB menuju pantai Sadranan gunung kidul berlokasi di desa ngatisrejo kecamatan tanjungsari. Pantai ini memiliki ciri khas pasir putih yang di kombinasikan dengan gazebo buatan yang membuat anda betah berlama lama di tempat ini. Panti sadranan juga memiliki garis pantai yang Panjang. Siswa dengan beberapa guru begitu menikmati pemandangan panorama sekitar pantai. Tepat pukul 16.00 WB perjalanan dilanjutkan ke Pasuruan Jawa Timur. Setelah menyelesaikan makan malam di rumah makan disekitar jateng siswa meluncur kearah pasuruan dan tiba dilokasi tepat pukul 02.00 WIB dini hari.

0 komentar:

Posting Komentar