ECONOMIC GROWTH

Economic growth is the long -term economic problems and become a reality that is always experienced by a nation. Terms of the economy, economic development raises two important effects, namely prosperity or standard of living increases and the creation of new employment opportunities for the increasing number of residents. Meanwhile, economic development is a series of sustainable development efforts covering the entire life of the community, the nation, and the State to carry out the task of realizing the national goals set forth in the Preamble of the 1945 Constitution. With high economic growth is expected to achieve monetary stability and a stable and dynamic economy. It is expected that the Indonesian people can be more evenly to reduce development gaps . And one of the benchmarks for development and high economic growth is the increase of per capita opinion. Economic growth of a country is influenced by several factors , including the following.

a. Land and Other Natural Resources
Natural resources are meant covering vast natural wealth and fertility of the soil , the climate and the weather , the amount and type of forest products and marine products that can be obtained , and the amount and type of material wealth owned mines will be able to improve the development of the nation , and needs to be exploited or attempted to use to society.

b. Total and Quality of Population/Labor
Population growth over time may be supporting or constraining the economic development . Population growth on the one hand means additional labor , but also can lead to increased community needs that affect economic growth . Improving the quality of labor is necessary for increased productivity , so as to enhance the economic growth of a country.

c. Capital Goods and Technological Level
Capital goods plays an important role in economic activity , which is used as an impetus to hold the investment or increase in capital investment . At this time , the growth of the world economy has reached a high level , for it is not only the capital goods are improved , but also the level of modern technology so as to realize the economic progress of a country.

d. Social Systems and Public Attitudes
Social system and community attitudes play an important role in economic growth, meaning the modern minded people are more open to change as a result of economic development. Instead, forward thinking people who have not been able as a serious obstacle to development and economic growth.

e. Broad market as a source of growth
Adam Smith argued that specialization in production is limited by the broad market , and markets a broad limitations will affect or limit a country's economic growth . If the broad market is limited , there is no urge employers to use modern technologies that a very high level of productivity . Therefore , the level of productivity and workers' earnings remain low, thus limiting the broad market . High economic growth is needed by a country because it is the main target to support development in other fields as well as the main force of development in order to create equitable development and results . In macroeconomic analysis, economic growth rate reached a measured state of development of a country's real national income. Economic growth can be measured by the formula:


example:
GNP in 2005 amounted to Rp800, 00 trillion and the GNP in 2006 of Rp 900.00 trillion, the amount of economic growth in 2006 is
Economic growth = (Rp 900 - Rp 800): Rp 900 = Rp 100: Rp 900 = 0.1111 = 11.11%

Meanwhile, the best yardstick to indicate the economic development of a country is the Real Gross National Income (GNI Real) which can be calculated by the formula:


example:
Unknown Price Index in 2005 was 150, the price index in 2006 was 180 and in 2006 the nominal GDP of Rp 360 trillion. Calculate the real GNP in 2006!
GNP = (150: 180) x Rp 360 trillion = Rp 300 trillion



Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian jangka panjang dan menjadi kenyataan yang selalu dialami oleh suatu bangsa. Ditinjau dari sudut ekonomi, perkembangan ekonomi menimbukan dua efek penting, yaitu kemakmuran atau taraf hidup masyarakat meningkat dan penciptaan kesempatan kerja baru karena semakin bertambahnya jumlah penduduk. Sementara itu, pembangunan ekonomi merupakan rangkaian upaya pembangunan berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa, dan Negara untuk melaksanakan tugas mewujudkan tujuan nasional yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi diharapkan dapat mencapai stabilitas moneter dan ekonomi yang mantap dan dinamis. Dengan demikian, diharapkan bangsa Indonesia dapat lebih memeratakan pembangunan untuk mengurangi berbagai kesenjangan. Dan salah satu tolok ukur bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi adalah dengan meningkatnya pendapat per kapita. Pertumbuhan ekonomi suatu negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya sebagai beriku.

a. Tanah dan Kekayaan Alam Lainnya
Kekayaan alam yang dimaksud adalah kekayaan alam yang meliputi luas dan kesuburan tanah, keadaan iklim dan cuaca, jumlah dan jenis hasil hutan dan hasil laut yang dapat diperoleh, dan jumlah dan jenis kekayaan bahan tambang yang dimiliki akan dapat meningkatkan perkembangan bangsa, dan perlu segera dieksploitasi atau diusahakan guna pemanfaatan bagi masyarakat.

b. Jumlah dan Mutu Penduduk/Tenaga Kerja
Pertambahan penduduk dari waktu ke waktu dapat menjadi pendorong maupun penghambat pada perkembangan ekonomi. Pertambahan penduduk di satu sisi berarti penambahan tenaga kerja, tetapi juga dapat menyebabkan kebutuhan masyarakat bertambah yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Peningkatan mutu tenaga kerja sangat diperlukan agar produktivitasnya bertambah, sehingga dapat mempertinggi pertumbuhan ekonomi suatu negara.

c. Barang-Barang Modal dan Tingkat Teknologi
Barang modal sangat berperan dalam kegiatan ekonomi, yaitu digunakan sebagai dorongan untuk mengadakan investasi atau peningkatan penanaman modal. Pada saat ini, pertumbuhan ekonomi dunia telah mencapai tingkat yang tinggi, untuk itu tidak hanya barang modal saja yang ditingkatkan, tetapi juga tingkat teknologi modern sehingga dapat mewujudkan kemajuan ekonomi suatu negara.

d. Sistem Sosial dan Sikap Masyarakat
Sistem sosial dan sikap masyarakat memegang peranan yang penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, maksudnya masyarakat yang berpikiran modern bersifat lebih terbuka terhadap perubahan akibat pembangunan ekonomi. Sebaliknya, masyarakat yang belum berpikiran maju dapat sebagai penghambat yang serius dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

e. Luas Pasar sebagai Sumber Pertumbuhan
Adam Smith mengemukakan bahwa spesialisasi dalam produksi dibatasi oleh luas pasar, dan keterbatasan luas pasar akan memengaruhi atau membatasi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Apabila luas pasar terbatas, tidak terdapat dorongan para pengusaha untuk menggunakan teknologi modern yang tingkat produktivitasnya sangat tinggi. Oleh karena itu, tingkat produktivitas dan pendapatan para pekerja tetap rendah, sehingga membatasi luas pasar. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi sangat diperlukan oleh suatu negara karena merupakan sasaran utama guna mendukung pembangunan di bidang lain sekaligus sebagai kekuatan utama pembangunan guna mewujudkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya. Dalam analisis makro ekonomi, tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai suatu negara diukur dari perkembangan pendapatan nasional riil suatu negara. Pertumbuhan ekonomi dapat diukur dengan rumus:


Contoh:
GNP tahun 2005 sebesar Rp800,00 triliun dan GNP tahun 2006 sebesar Rp900,00 triliun, maka besarnya pertumbuhan ekonomi tahun 2006 adalah
Pertumbuhan Ekonomi = ( Rp 900 – Rp 800 ) : Rp 900 = Rp 100 : Rp 900 = 0,1111 = 11,11%

Sementara itu, tolok ukur yang paling baik untuk menunjukkan adanya perkembangan ekonomi suatu negara adalah Pendapatan Nasional Bruto Riil (PNB Riil) yang dapat dihitung dengan rumus:


Contoh:
Diketahui Indeks Harga pada tahun 2005 sebesar 150, indeks harga tahun 2006 sebesar 180 dan PNB nominal tahun 2006 sebesar Rp 360 triliun. Hitunglah PNB riil tahun 2006!
PNB = ( 150 : 180 ) x Rp 360 triliun = Rp 300 triliun


0 komentar:

Memuat...
Loading...
Check Google Page Rank