MENGHITUNG HARGA DAN JUMLAH KESEIMBANGAN

Sebagaimana diuraikan di depan, harga keseimbangan terbentuk dari proses tarik-menarik antara kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran. Ada beberapa cara atau pendekatan dalam menentukan harga dan jumlah keseimbangan, yaitu dengan pendekatan Tabel, pendekatan Grafik/Kurva dan pendekatan Matematis.

a. Pendekatan Tabel
Contoh permintaan dan penawaran pasar atas komoditi telur sebagaimana telah diuraikan di depan akan kita gunakan lagi sebagai ilustrasi ketiga macam pendekatan.

Pada pendekatan tabel, harga dan jumlah keseimbangan dapat dicari dengan menyusun tabel harga (P), jumlah penawaran (Qs) dan jumlah permintaannya (Qd). Dengan pendekatan tabel, kalau terlihat suatu keadaan di mana pada harga tertentu jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta, maka pada saat tersebut terjadi harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan. Dari tabel 3.7, terlihat bahwa Qs = Qd terjadi pada volume sebesar 15 kg telur dan harganya sebesar Rp 7.500,00 per kilogram. Jadi dari kasus di atas harga keseimbangan pada Rp7.500,00/kg dan jumlah/output keseimbangannya pada 15 kg telur per bulan. Pendekatan ini hanya bisa digunakan kalau dari data/tabel yang kita miliki ada angka-angka yang sama pada Qs dan Qd.

b. Pendekatan Grafik/Kurva
Dari data pada Tabel 3.7, jika digambar grafiknya akan dapat diketahui Harga Keseimbangan dan Jumlah/kuantitas Keseimbangannya. Penawaran akan telur per bulan dari Individu dan Pasar


Dari pendekatan grafik atau kurva di atas, titik potong antara kurva permintaan dan kurva penawaran terjadi di titik E. Titik E inilah yang disebut dengan titik keseimbangan, sedangkan harga keseimbangan terjadi pada saat P = Rp 7.500,00 dan jumlah/ kuantitas keseimbangannya pada saat Q = 15 kg.

3. Pendekatan Matematis
Secara matematis, titik keseimbangan terjadi ketika kurva permintaan (Qd) berpotongan dengan kurva penawaran (Qs). Dua kurva akan berpotongan kalau persamaan kurva permintaan akan sama dengan persamaan kurva penawarannya atau dapat dikatakan bahwa keseimbangan akan terjadi ketika Qd (kuantitas yang diminta) = Qs (kuantitas yang ditawarkan) atau pada saat Pd (harga yang diminta pembeli) = Ps (Harga yang ditawarkan oleh penjual). Dengan menggunakan data pada tabel 3.7, kita dapat mencari persamaan kurva permintaan dan juga persamaan kurva penawaran. Karena kedua kurva berupa garis lurus (kurva linier) maka kita dapat menggunakan rumus untuk mencari persamaan garis lurus yang diketahui 2 (dua) titik. Rumus tersebut sebagai berikut : Misal titik A (X1; Y1) dan titik B (X2 ; Y2), maka rumus persamaan garis yang melalui 2 (dua) titik :


Karena dalam ekonomi sumbu Y = sumbu P (harga) dan sumbu X = sumbu Q (kuantitas), maka rumus di atas dapat dirubah menjadi:

Dari kasus data pada tabel 3.7, misal kita hendak mencari persamaan kurva permintaan dengan memakai 2 (dua) titik yaitu titik A (6, 9000) dan titik G (24, 6000), maka persamaan kurva permintaannya:



Untuk mencari persamaan kurva penawarannya dengan memakai 2 (dua) titik yaitu titik A (27,9000) dan titik G ( 3, 6000), maka persamaan kurva penawaranya dapat dicari, yaitu :

Dari hasil perhitungan di atas, ternyata dengan ketiga pendekatan, yaitu pendekatan tabel, grafik dan pendekatan matematis diperoleh hasil yang sama.



5 komentar:

Gamers mengatakan...

Makasih infonya gan numpang promosi kunjungi tirtametal.blogspot.com

Anonim mengatakan...

mau tanya, sebenermya ini pelajaran kelas berapa?

liza ikrima Fauzi mengatakan...

makasih yaa

Akhmad Makhdiani mengatakan...

Jawab dong tugasnya sy g bisa2 dah di coba beberapa x

oktaviani dwi Lestari mengatakan...


http://lh5.ggpht.com/_TWC8zfBIdik/S8l00Gijz9I/AAAAAAAAApM/xGkMpDQ2UPU/roxx-share%20%2812%29.gif

Memuat...
Loading...
Check Google Page Rank