PENGERTIAN KONSUMSI DAN KONSUMEN


Prilaku konsumen terhadap barang konsumsi
sumber:  www.lesprivatsurabaya.net
1. Pengertian Konsumsi      
       Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang dan jasa. Makan nasi adalah merupakan kegiatan konsumsi karena menghabiskan nilai guna nasi, memakai baju juga merupakan kegiatan konsumsi karena mengurangi nilai guna baju. Kedua contoh di atas merupakan contoh sederhana dari kegiatan konsumsi. Masih banyak contoh lain karena manusia memiliki kebutuhan yang beraneka ragam. Kegiatan pemenuhan kebutuhan yang sifatnya menghabiskan atau mengurangi nilai guna barang atau jasa tersebut yang disebut dengan konsumsi. Contoh yang lain tentang kegiatan konsumsi adalah membaca buku, menonton televisi, memotong kuku, bermain sepak bola, berobat ke dokter, menelpon, naik sepeda motor, dan sebagainya.
       Lalu apa yang dimaksud dengan konsumen? Konsumen adalah orang atau pihak yang melakukan kegiatan konsumsi tersebut. Misalnya siswa merupakan konsumen pendidikan, pasien merupakan konsumen pengobatan, bahkan semua orang dapat berperan sebagai konsumen karena semua orang selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan seperti makan, minum, berpakaian, berekreasi, dan sebagainya.

2. Tujuan Konsumsi
      Berdasarkan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa sebenarnya konsumsi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia guna memperoleh kepuasan. Jadi tujuan akhir dari kegiatan konsumsi adalah kepuasan. Jika kita lapar makan akan merasa puas jika sudah makan, begitu juga kita akan merasa puas jika kita haus memperoleh minuman yang segar.

3. Nilai Suatu Barang
       Setiap rumah tangga mesti mempunyai pengetahuan yang pasti tentang penghasilan yang diterimanya dalam jangka waktu tertentu, misalnya satu minggu atau satu bulan. Setiap rumah tangga juga mengetahui mengenai barang dan jasa yang ingin dibeli dalam jangka waktu itu. Masalah yang dihadapi oleh setiap keluarga, juga termasuk keluarga kalian adalah “Bagaimana membelanjakan uang penghasilan yang jumlahnya terbatas untuk barang atau jasa, agar mendapatkan kesejahteraan atau kepuasan yang maksimum”.
Barang atau jasa yang nyata-nyata dibutuhkan oleh setiap keluarga untuk memenuhi kebutuhan, maka barang atau jasa tersebut memiliki “nilai guna” atau ”manfaat” bagi keluarga. Nilai guna atau manfaat suatu barang atau jasa dalam pengertian ekonomi yaitu kemampuan atau daya barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhan manusia. Seseorang memberi nilai terhadap motor, karena dengan motor dapat lebih cepat mencapai tujuan. Motor memiliki daya guna memuaskan kebutuhan.
Demikian juga untuk barang-barang atau jasa yang lain, seperti sandang, pangan, papan, obat-obatan, dan lain sebagainya. Semuanya itu memiliki daya guna atau nilai untuk memuaskan kebutuhan manusia. Nilai suatu barang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu nilai pakai (value in use) dan nilai tukar (value in exchange)

a. Nilai pakai (value in use)
       Nilai pakai adalah kemampuan suatu barang untuk dapat memuaskan kebutuhan. Misalnya buku pelajaran ekonomi, tas sekolah, buku tulis, beras, tektil, perumahan, dan kendaraan, yang semua mempunyai nilai pakai. Tinggi atau rendahnya nilai pakai barang ditentukan oleh intensitas kebutuhan, tempat dan waktu. Contohnya baju dingin akan tinggi nilainya jika dibutuhkan di daerah pegunungan yang berhawa dingin, apalagi di waktu musim salju. Nilai pakai terdiri dari dua macam, yaitu:

1) Nilai pakai subjektif
Adalah nilai/arti yang diberikan oleh seseorang pada suatu barang, sehubungan dengan kemampuan barang untuk memenuhi/memuaskan kebutuhan. Misalnya Buku pelajaran ekonomi bagi siswa, buku tulis bagi siswa, tas sekolah bagi siswa, nasi bagi orang yang lapar.

2) Nilai pakai objektif
Adalah kemampuan suatu barang untuk dapat memuaskan kebutuhan manusia pada umumnya. Misalnya sandang, makanan, perumahan sangat bernilai bagi suatu keluarga, buku pelajaran sangat bernilai bagi siswa SMA.

b. Nilai Tukar (value in exchange)
Nilai tukar ialah kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang lain di pasar. Misalnya: Buku pelajaran ekonomi, tas sekolah, buku tulis, beras, tekstil, tembakau, cengkeh, obat-obatan memiliki nilai tukar. Tinggi atau rendahnya nilai tukar suatu barang ditentukan oleh nilai pakai barang tersebut. Contoh beras memiliki nilai pakai yang lebih besar dari pada pasir, sehingga nilai tukar beras lebih tinggi daripada nilai tukar pasir. Bila suatu barang semakin tinggi nilai pakainya, maka nilai tukarnya juga akan semakin tinggi. Faktor lain yang juga ikut menentukan tinggi atau rendahnya nilai tukar suatu barang adalah faktor persediaan. Makin sedikit persediaan makin tinggi nilai tukarnya. Misalnya: beras, gula pasir, semen, besi baja, dan lain sebagainya. Nilai tukar terdiri dari dua macam, yaitu:
1) Nilai tukar subjektif
Adalah nilai/arti yang diberikan seseorang pada suatu barang, sehubungan kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang lain. Seorang petani memberikan penilaian pada padi yang dihasilkannya menurut ukurannnya sendiri

2) Nilai tukar objektif
Adalah kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang lain. Hampir semua barang yang ada di dalam masyrakat mempunyai nilai tukar objektif, karena setiap manusia tidak membuat sendiri barang-barang yang ia butuhkan. Semakin maju pembagian kerja dalam masyrakat, makin mudah kita memperoleh barang-barang dengan jalan pertukaran. Maka dengan sendirinya barang-barang tersebut mempunyai nilai tukar objektif. misalnya: mengganti penggunaan bus menjadi taxi. Hal ini terjadi karena bus memiliki nilai tukar objektif dengan taxi.


0 komentar:

Memuat...
Loading...
Check Google Page Rank