PRODUKTIVITAS MARJINAL DALAM EKUILIBRIUM

Sampai sekian jauh kita telah menangkap dua fakta tentang bagaimana upah terbentuk di pasar tenaga kerja yang bersifat lcompetitif. Kedua hal tersebut adalah:
  • Upah senantiasa menyesuaikan diri demi tetciptanya keseimbangan antara penawaran dan permintaan tenaga kerja.Upah sama dengan nilai produk marjinal tenaga kerja.
  • Sepintas lalu nampak mengherankan bahwa upah dapat melakukan dua hal tersebut dalam waktu bersarnaan. Sebenarnya tidak ada yang perlu diherankart, namun pemahaman menyeluruh mengenai hal tersebut kita perlukan guna lebih memahami proses terbentuknya upah.
Gambar dibawah memperlihatkan pasar tenaga kerja dalam kondisi ekuilibrium. Tinglcat upah dan kuantitas tenaga kerja telah menyesuaikan diri guna menyeimbangkan penawaran dan permintaan. Ketika pasar berada dalam kondisi ekuilibrium demikian, masing-masing perusahaan "membeli” tenaga kerja dalam jumlah yang menguntungkannya, berdasarkan harga atau Upah yang berlaku.



Ekuilibrium di Pasar Tenaga Kerja. Sama haInya dengan harga-harga lainnya, harga tenaga kerja (upah) ditentukan oleh penawaran dan permintaan. Mengingat kurva permintaan mencerminkan nilai produk marjinal tenaga kerja, maka dalam kondisi ekuilibrium para pekerja menerima upah yang sama besarnya dengan nilai kontribusi mereka dalam produksi barang dan jasa.

Itu berarti setiap perusahaan telah mengikuti aturan maksimalisasi laba: Setiap perusahaan telah merekrut pekerja dalam jumlah di mana nilai produk marjinal sama dengan upah. Dengan demikian, upah harus sama dengan nilai produk marjinal tenaga kerja pada saat upah telah dapat membawa penawaran dan permintaan ke dalam kondisi ekuilibrium.
Uraian di atas membawa kita kepada sebuah kesimpulan penting: Sesuatu yang mengubah penawaran atau permintaan tenaga kerja pasti juga akan mengubah upah ekulibrium dan nilai produk marjinal tenaga kerja dalam jumlah yang sama karena hal-hal tersebut harus sama besarnya. Untuk membuktikan kebenaran kesimpulan tersebut, selanjutnya mari kita simak tiga hal yang menggeser kurva-kurva penawaran dan permintaan.

0 komentar:

Memuat...
Loading...
Check Google Page Rank