MASALAH-MASLAH DALAM EKONOMI

MASALAH-MASLAH DALAM EKONOMI
Masalah-masalah ekonomi yang pasti akan dihadapi oleh suatu Negara adalah sebagai berikut:
1. masalah pertumbuhan ekonomi
2. masalah ketidakstabilan ekonomi
3. masalah pengangguran
4. masalah kenaikan harga-harga (inflasi)
5. masalah nersa pembayaran dan perdagangan

PERTUMBUHAN EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai: perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makroekonomi dalam jangka panjang, dari satu period eke periode lainnya kemampuan suatu Negara untuk menghasilkan barang-barang dan jasa akabn meningkat. Kemampuan yang meningkat ini dapat disebabkan karena factor-faktor produksi akan selalu mengtalami pertambahan dalam jumlah dan kualitasnya. Investasi akan menambah juumlah barang modal. Teknologi yang digunakan berkembang, disamping itu tenaga kerjabertambah sebagai akibat perkembangan penduduk, dan pengalaman kerja dan pendidikan menambah keterampilan mereka.
Perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan factor-faktor produksi pada umumnya tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasayang sama besarnya. Pertambahan potensi memproduksi kerap kali lebih besar daripada pertambahan produksi yang sebenarnya. Dengan demikian pperkembangan ekonomi adalah lebih lambat dari potensinya.

MASALAH PENGANGGURAN
Pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum mendaperolehnya. Seseorang yang tidak bekerja, tetapi tidak secara aktif mencari pekerjaan tidak tergolong sebagai pengangguran. Contoh, ibu trumah tangga yang tyidak ingin bekerja karena ingin mengurus keluarganya tidak tergolong sebagai pengganuran. Seorang anak kaya yang tidak bekerja karena gajinya lebih rendah dari yang ia inginkannya juga tidak tergolong sebagai pengangguran. Ibu rumah tangga dan anak orang kaya itu dinamakan sebagai pengangguran sukarela.

Sebab Berlakunya Pengangguran
Faktor utama yang menimbulkan pengangguran adalah berkurangnya pengeluaran agregat. Para pengusaha memproduksi barang dan jasa dengan maksud untuk mencari keuntungan. Keuntungan tersebut hanya akan dapat diperoleh apabila para pengusaha dapat menjual barang yang mereka produksikan. Semakin besar permintaan, semakin banyak barang dan jasa yang ia wujudkan. Kenaikan produksi yang dilakukan semakin tinggi pendapatan nasional, semakin banyak penggunaaan tenaga kerja dalam memproduksi.
Pada umumnya pengeluarann agregat yang terwujud dalam perekonomian adalah lebih rendah daripada pengeluaran agregat yang diperlukan untuk mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh. Kekurangan agregat ini yang menyebabkan pengannguran. Disamping itu factor-faktor lain yang menyebabkan penganguran adalah :
1. menganggur karena ia ingin mencari kerja yang lebih baik
2. pengusaha menggunakan alaty modern yang mengurangi penggunaan tenaga kerja
3. ketidasuaian antara keterampilan pekerja dengan keterampilan yang diperlukan dalam industri-industri.

Akibat buruk pengangguran:
Salah satu factor penting yang menetukan kemakmuran suatu masyarakat adalah tingkat pendapannta. Pendapatan masyrakat mencapai tingkat maksimum apabila tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dapat diwujudkan. Pengguran dapat mengurangi pendapatan masyarakat, dan ini mengurangi tingkat kemakmuran yang ia capai.
Ditinjau dari segi individu, pengguran dapat menimbulkan masalah ekonomi dan social pada yang mengalaminya. Ketiadaan pendapatan menyebabkan para pengangguran harus mengeluarkan konsumsinya. Disamping itu ia dapat mengganggu taraf kesehatan keluarga. Penggangguran yang berkepanjangan menimbulkan efek psikologi atas diri sipenganggur dan keluarga.
Apabila keadaan pengangguran di suatu Negara semakin buruk, kekacuan politik dan social selalu berlaku dan akan menimbulkan efek yang buruk pada kesejahteraan masyarakat dan prospek pembangunan ekonomi jangka panjang.

MASALAH INFLASI
Inflasi dapat didefinikan sebagai suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam sesuatu perekonomian. Tingkat inflasi (persentasi pertambahan kenaikan harga) berbeda dari satu period eke periode lainnya, dan berbeda pula dari satu Negara ke Negara lainnya. Adakala tingkat inflasi rendah – yaitu mencapai dibawah 2natau 3 persen. Tingkat inflasi yang moderat mencapai 4 – 10 persen. Inflasi yang mencapai serius dapat mencapai beberapa puluh atau beberapa ratus persen dalam setahun.
Faktor-faktor penyebab inflasi:
  1. tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa. Keinginan untuk mendapatkan barang yang ia butuhkan akan mendorong para konsumen meminta barang itu yang lebih tinggi. Sebaliknya, para pengusaha akan menahan barangnya dan menjual pada pebeli-pebeli yang bersedia membayar pada harga yang lebih tinggi. Kecenderungan ini akan menaikan harga-harga.
  2. pekerja-pekerja di berbagai kegiatan ekonomi menuntut kenaikan upah. Apabila para pengusaha mulai menghadapi kesulitan dalam mencari tambahan pekerja untuk menambah produksi, pekerja-pekerja yang ada akan mendorong untuk menuntut kenaikan upah. Apabila tuntutan kenaikan upah berlaku secara meluas, akan terjadi kenaikan biaya produksi dari berbagai barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian. Kenaikan biaya produksi tersebut akan mendorong perusahaan-perusahaan menaikkan harga-harga barang mereka.
Kedua masalah tersebut bisanya berlaku apabila perekonomian sudah mendekati tingkat penggunaan tenaga kerja penuh. Dengan perkataan lain di dalam perekonomian yang sudah sangat maju, masalah inflasi sangat erat sekali dengan penggunaan tenaga kerja.
Disamping itu inflasi dapat pula berlaku sebagai akibat dari (i) kenaikan harga-harga barang yang diimpor, (ii) penambahan penawaran uang yang berlebihan tanpa diikuti oleh pertambahan produksi dan barang, dan (iii) kekacauan politik akibat pemerintah kurang bertanggung jawab.

AKIBAT BURUK INFLASI
Seperti pengangguran, inflasi juga menimbulkan akibat buruk kepada individu, masyarakat dalam kegiatan pereknomian secara keseluruhan. Oleh sebab itu masalah tersebut perlu dihindari. Salah satu akibat penting dari inflasi ialah ia cenderung menurunkan taraf kemakmuran segolongan besar masyarakat. Sebagian besar pelaku-pelaku kegiatan ekonomi terdiri dari pekerja-pekerja yang bergaji tetap. Inflasi biasanya lebih cepat dari kenaikan upah pekerja. Oleh sebab itu upah riil para pekerja akan merosot di sebabkan oleh inflasi dan keadaan ini berarti tingkat kemakmuran segolongan besar masyarakat mengalami kemerosotan.
Prospek pembangunan ekonomi jangka panjang akan menjadi semakin memburuk sekiranya inflasi tidak dikendalikan. Inflasi cenderung akan menjadi bertambah cepat apabila tidak diatasi. Inflasi yag bertambah serius tersebut cenderung untuk mengurangi investasi yang produktif, mengurangi ekspor dan menaikkan impor. Kecenderungan ini akan memperlambat pertubuhan ekonomi.

KETIDAKSEIMBANGAN NERACA PEMBAYARAN
Kegiatan ekspor dan impor merupakan bagian yang penting dari kegiatan perekonomian suatu Negara. Istiah perekonomian terbuka berarti suatu perekonomian itu mempunyai hubungan ekonomi dengan Negara-negara lain, dan terutama ini dilakukan dengan menjalanan kegitan ekspor dan impor. Disamping itu aliran modal juga berlaku diantara berbagai Negara. Ketidakseibangan diantara ekspor dan impor dan aliran/masuk modal dapat menimbulkan masalah serius terhadap kestabilan suatu perekonoian.

Kebaikan dan Keburukan Perekonomian Terbuka
Sejak lama ahli-ahli ekonomi klasik telah menunjukkan bahwa kegiatan perdagangan luar negeri mempunyai beberapa sumbangan penting kepada pertumbuhan ekonomi. Ekspor, misalnya, akan memperluas pasar barang buatan dalam negeri dan ini memungkinkan perusahaan-perusahaan dalam negeri mengembangkan kegiatannya. Penanaman karet di Indonesia tidak akan seluas seperti keadaan sekarang ini apabila tidak ada pesanan dari luar negeri. Kegiatan import juga dapat memberi sumbangan kepada pertumbuhan ekonomi. Industri-industri dapat mengimpor mesin-mesin dan bahan mentah yang diperlukan.
Sebaliknya perlu jga disadari bahwa keterbukaan sesuatu perekonomian tidak selalu menguntungkan. Impor yang berlebih-lebihan dapat mengurangi kegiatan ekonomi di dalam negeri hal tersebut berarti konsumen menggunakan barang luar negeri dan tidak menggunakan barang dalam negeri. Lebih banyak pengangguran akan berlaku. Implikasi beriku dari keadaan ini ialah modal mengalir ke luar negeri akan berlaku. Ini cenderung menurunkan nilai mata uang domestik.

EFEK DEFISIT DALAM NERACA PEMBAYARAN
Neraca pembayaran adalah suatu ringkasan pembukuan yang menunjukkan aliran pembayaran yang dilakukan dari Negara-negara lain ke dalam negeri, dan dari dalam negeri ke Negara-negara laindalam satu tahun tertentu. Pembayaran-pembayaran yang dilakukan tersebut meliputi:
1. Penerimaan dari ekspor dan pembayaran untuk impor barang dan jasa
2. Aliran masuk penanaman modal asing dan pemayaran penanaman mdal ke luar negeri
3. Aliran ke luar dan masuk modal jangka pendek (seperti mendepositokan uang di luar negeri)

Dua neraca penting dalam suatu neraca pembayaran adalah neraca perdagangan dan neraca keseluruhan. Neraca perdagangan menunjukkan perimbangan diantara ekspor dan impor. Sedangkan neraca keseluruhan menunjukkan perimbangan diantara keseluruhan aliran pembayaran ke luar negeri melebihi penerimaan dari luar negeri. Salah satu penting yang menimbulkan masalah ini adalah impor melebihi ekspor. Pengaliran modal yang terlalu banak ke luar negeri adalah factor lain yang menimbulkan deficit tersebut.
Defisit dalam neraca pembayaran menimbulakan beberapa efek buruk terhadap kegiatan dan kestabilan ekonomi Negara. Deficit sebagai akibat import berlebihan akan mengakibatkan penurunan dalam kegiatan ekomi dalam negeri karena konsumen menggantikan barang dalam negeri dengan barang luar negeri. Harga valuta asing akan meningkat dan menyebabkan barang-barang ipor semakin mahal. Kegiatan ekonomi dalam negeri yang enrun akan mengurangi gairah pengusaha-pengusaha untuk menanamkan modal dan memmbangun usaha-usaha yang baru.
Dengan demikian, sama halnya dengan masalah pengangguran dan inflasi, maslah deficit dalam neraca pembayaran dapat menimbulkan efek yang buruk ke atas prestasi kegiatan ekonomi dalam jangka pendek dan janka panjang. Oleh karena itu setiap Negara harus menghindari berlakunya deficit neraca pembayaran.

Daftar pustaka
Sadono Sukirno, Makro Ekonomi Teori Pengantar edisi Tiga, 2006


0 komentar:

Memuat...
Loading...
Check Google Page Rank