SAMA-SAMA SEKOLAH TAPI BEDA HASIL

Rutinitas yang membawa pada tingkat kejenuhan, merpakan hal yang sudah lumrah di dunia. Pekerjaan yang selalu dan selalu di ulang-ulang akan membawa seseorang jenuh alias bosen. Seperti yang dilakukan siswa dalam hal bersekolah (menuntut ilmu). Setiap anak berangkat ke satu sekolah dengan berbagai macam tujuan dan maksud beragam. Ada yang hanya nampang menunjukkan kekayaan orang tua, ada pula yang hanya sekedar sekolah karena permintaan orang tua, namun ada pula yang memang benar-benar menuntut ilmu. Seperti apa yang dikatakan nabi Muhammad SAW bahwa ”menuntut ilmu hukumnya wajib bagi kaum laki-laki dan perempuan”.
Hadist ini seolah-olah memberikan sebuah inspirasi bagi umat yang mau berpikir. Paradigma umum orang bersekolah adalah mencari pekerjaan. Ini yang banyak terpikir dizaman masyarakat modern, tetapi bukan dikalangan pondok pesantren. Mereka hanya berorientasi pada kehidupan akhirat, sehingga pantaslah jika merekabselalu mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat.
Sebuah kata bijak mengatakan ”jika kamu menanam padi pasti rumput akan tumbuh, tetapi jika kamu menan rumput jangan harap tumbuh padi”. Dalam al-qur’an dikatakan dalam sebuah ayatnya bahwa akhirat lebih utama daripada dunia. Namun tidak jarang para siswa tidak paham akan makna laqur’an ini. Atau jangan-jangan mereka memang tidak tahu, subhanallah.
Sekolah merupakan sebuah alat untuk mencapai sebuah tujuan, namun menggunakan alat jauh lebih penting lagi dalam arti yang sebenarnya. Jangan pernah cari peringkat atau ranking karena jika anda lakukan akan lebih mendekatkan ke jurang prustasi. Siap menjadi orang kalah lebih baik daripada siap jadi orang menang.
Dalam kelas siswa pun diuji nilai kesabarannya dalam menuntut ilmu. Mendengarkan dan memahami suatu ilmu yang diajarkan bapak ibu guru dikelas adalah jihat fisabilillah yang luar biasa. Godaan demi godaan silih berganti mengganggu setiap siswa dikelas, mulai dari ingin ramai dikelas, bikin ribut atau keluar sekedar menghilangkan kesumpekan adalah aib dan penyakit yang harus dilawan demi tercapainya sebuah ilmu sejati.
Tentu, implikasi dari apa yang kita pelajari hinnga mampu dan terampil akan membawa kita kepada kebahagiaan dunia lebih-lebih kebahagiaan akhirat. Tidak semua peserta berhasil, ini dapat dilihat dari indikator life skillnya terutama mereka setelah lulus. Beragam memang keterampilan dan pekerjaan yang diterima selama mereka menempa ilmu di satu sekolahan. Coba bayangkan, sewaktu sekolah kita duduk diruang yang sama, diajar guru yang sama dengan materi yang sama pula, namun mengapa hasilnya justeru berbeda-beda?. Jawabannya ada pada niat anda semua dan sekaligus doa dan barokahnya seorang guru. Wallahu'alam.

ditulis oleh : saiful arif 









1 komentar:

aly mahrus mengatakan...

Assalamualaikum pak,,
hehe,,jadi ke ingat masa-masa di sunan ampel,sering bolos dan tidur dikelas,,hee
benar kata bapak mungkin semua itu karna saya keliru dalam menata niatnya pak,,
(murid bapak, muhammad ali mahrus 2011)

Memuat...
Loading...
Check Google Page Rank