MENGUKUR STANDAR DEVIASI

Untuk mengukur posisi dari titik tengah, dikenalkan dalam statistik dengan dua bentuk model, 1) Ukuran dalam model mean deviasi, model ini lebih menekankan pengukuran berdasarkan jarak dari titik sentral dengan tidak memperhitungkan posisi di atas maupun dibawah titik tengah. Atau dalam statistik, Mean deviasi tidak berbicara tentang simpangan dalam artian yang riil, yakni terdapatnya simpangan postif maupun negatif. Mean deviasi mengasumsikan simpangan dalam bentuk simpangan positif semua. 2) Standar deviasi, berbeda dengan mean deviasi, standar deviasi mencoba melakukan pengukuran secara proporsional. Kalau mean deviasi simpangannya dalam bentuk simpangan positif, maka standar deviasi memilah dalam dua simpangan. Simpangan di atas mean ditandai dengan simpangan positif dan simpangan di bawah mean ditandai dengan simpangan negatif. Kalau dalam proses pembagian klasifikasi untuk menentukan posisi strategis kita mempergunakan analisis berbasis tendensi sentral dalam bentuk median, maka dalam Mean deviasi maupun standar deviasi kita akan mempergunakan ukuran tendensi sentral berbasis mean. Untuk lebih jelasnya marilah kita perhatikan diagram mean deviasi dan standar deviasi, yang sudah dalam bentuk kurva normal.

Berikut contoh studi kasus perolehan nilai dari sekelompo siswa


Dari hasil perhitungan tersebut diketahui dan disimpukan bahwa distribusi data perolehan nilai masih belum tersebar secara terpusat. Oleh karena itu butuh evaluasi lagi dari guru bidang studi untu melakkukan uji ulang melaluhi redial.

Berikut Tutorial videonya
Salam smart warta ilmu


0 komentar:

Check Google Page Rank
Berikan Pendapat Anda tentang WI Berikan komentar positif dan santun demi pengembangan selanjutnya, untuk partisipasi anda semua saya ucapkan Terimakasih