PERAMPOK DALAM DIRI KITA

sumber gambar : www.emilysquotes.com
Smart reader…saya ingin mengandaikan badan dan jiwa kita mirip dengan sebuah mobil, ada sopir dan ada penumpangnya. Dan mobil yang bernama tubuh dan jiwa anda maupun tubuh dan jiwa saya berisi banyak penumpang. Ada penumpang yang bernama marah, kebencian, sakit hati, dengki dan ada pula penumpang bernama cinta, kasih sayang dan keikhlasan, semuanya itu penumpang. Perkaranya adalah penumpang-penumpang ini adalah semuanya berebut untuk jadi supir.
Sahabat-sahabat yang memenuhi kehidupannya dengan kemarahan dan kebencian mengizinkan kemarahan dan kebencian yang menyetir mobil dalam bentuk tubuh dan jiwa ini. Sahabat-sahabat yang hidupnya penuh cinta dan kasih sayang, mengijinkan cinta dan kasih sayang menjadi sopir dalam tubuh ini. Nah, exit permit atau siapa yang memberikan SIM (surat izin mengemudi) apakah kebencian atau cinta dan kasih sayang itu adalah anda dan saya yang mengeluarkan surat izin mengemudinya. Hari ini, terserah anda mau diserahkan atau dikemudikan oleh kebencian atau kasih sayang terserah anda. Yang jelas kalau anda membiarkan mobil anda disupiri oleh perampok yang bernama kebencian dan kedengkian, saya khawatir anda dirampok dari dalam. Dan perampok yang merampok anda bukanlah perampok yang mengambil harta benda tetapi perampok yang mengambil jiwa kemuliaan dan kebijaksanaan anda. Pesan saya ke anda jangan kebencian jadi supir, jangan pula kemarahan jadi supir, jangan pula dibiarkan dendam jadi supir dalam hidup anda.
Orang-orang yang anda benci barangkali berpelukan dengan istrinya di rumahnya. Orang yang anda benci dan dengki barangkali dia bersiul-siul di kamar mandi di rumahnya. Tapi yang jelas, anda yang benci dan memarahi orang, tubuh dan jiwa anda lagi tersiksa, tubuh dan jiwa anda lagi dirampok. Yang jelas kebencian dan kedengkian menghancurkan hidup anda, belum tentu menghancurkan hidup orang yang anda benci. Jangan biarkan kebencian dan kedengkian jadi supir. Biarkanlah kasih sayang yang jadi supir hidup anda. Bedanya dengan kebencian, kebencian membuat hidup anda jadi sakit, stress, depresi, bahkan tidak tertutup kemungkinan masuk ke rumah sakit gila. Tapi cinta dan kasih sayang tidak hanya menyembuhkan anda, menyembuhkan orang lain. Tapi, membuat anda senantiasa melihat bunga indah dimana-mana.
Makanya, seorang penyair dari India yang bernama Kabir pernah bertutur, “Saya ketawa, ikan mati kehausan dalam air”. Nah, manusia mirip dengan ikan yang kehausan dalam air. Sedih, depresi, kesakitan dalam hidup yang sebenarnya banyak keindahan, hanya saja keindahan-keindahan itu lebih mungkin di temukan oleh sahabat-sahabat yang tidak dirampok oleh kemarahan, kebencian dan kedengkian. Siapa saja yang merampok dirinya dengan kemarahan dan kebencian tidak akan menemukan keindahan sebagaimana disebut oleh Kabir. Jangan pernah lupa pesan kabir buat anda, siapa saja hidupnya penuh kebencian, mirip ikan yang mati kehausan dalam air.
Pak say disini untuk smart warta ilmu >>>>

Disarikan dari management prege S

0 komentar:

Memuat...
Loading...
Check Google Page Rank