PESPEKTIF ARTIS Vs GURU

Pujiono "Manisnya Negeriku"
Judul ini mungkin menimbulkan tanda Tanya besar dibenak kita? Tentu tulisan saya ini bukan tanpa alasan. Awalnya saya tidak sengaja melihat acara di sebuah telivisi yaitu “Indonesia Idol”. Salah satu acara yang banyak menyedot perhatian banyak orang, terutama para anak muda yang menyukai dunia musisi. Hadir dalam acara tersebut tiga juri yaitu Anang Hermansyah, Tantri dan Ahmad Dhani. Para audisi memang banyak yang tidak lulus seleksi walaupun ada beberapa yang lulus seleksi sampai mendapatkan tiket goldnya. Yang menarik perhatian saya adalah seorang perserta yang bernama Pujiono. Penampilan sederhana, memakai kaos oblong warna putih dengan ditemani sebuah gitar kusamnya. Dia tampil dengan keberaniannya didepan tiga juri tersebut. Sedikit perlu diketahui saja bahwa Pujiono ini mempunyai latar belakang tukang pengamen dan tukang parkir. Dalam sebuah liriknya yang berjudul “Manisnya Negeriku” dia membawakan dengan semangat 45-nya didepan para penonton seluruh Indonesia. Lagu yang dibawakan sempat membuat tiga juri terpuka karena lagunya menceritakan indahnya rasa persatuan di negeri ini yang sampai sekarang dilanda krisis kepercayaan. Namun, sayang seribu sayang Pujiono harus didepak dari seleksi tersebut, dia dikatakan sebagai peserta “gatot” atau gagal total.
Dalam dunia maya tiga juri ini ternyata banyak menuai kritikan, karena tidak meloloskan sesosok Pujiono. Tentu kita tidak tahu alasannya, yang pasti masyarakat banyak yang menaruh simpatik pada sesosok Pujiono karena lagunya sanggup menggugah rasa Nasionalisme kita jika dibandingkan dengan yang lainnya yang bisanya menjiplak karya orang lainnya. Seperti simplicity yang membakan lagunya milik Justin bieber. Namun jika kita bandingkan dengan miliknya Pujiono akan sangat jauh sekali. Walau terkesan musiknya sederhana, namun karya sendiri. Begitu sialnya di harus didepak dari audisi tersebut. Menjadi pertanyaan kenapa pada audisi yang tahun lalu Ahmad Dhani menerima lagu yang berjudul neng nang neng nong jika audisi tersebut hanya ajang mencari suara yang bisa menirukan lagu dan lirik orang lain? lalu mengapa pujiono tidak lolos? padahal karya sendiri yang nota bene suara sama dengan aslinya.
Jika melihat sejenak itulah bedanya seorang artis dengan dunia pendidikan (guru). Seorang artis (tiga juri) hanya melihat penampilan belaka sebagai nilai esensi, namun bukan sebagai nilai substansi. Bagi seorang guru tentu lebih memilih sesosok Pujiono, yang secara ideology dapat mengingatkan kita sebagai bangsa yang berpancasila dengan UUD 1945. Walupun Pujiono dapat nilai nol dari tiga dewan juri tersebut, saya yakin kita sebagai guru memberikan nilai A plusnya. Saya tidak setuju 1000% jika ajang tersebut hanya mencari dan sebagai ajang mencari tampang, sementara yang sudah berumur dan jelek tidak masuk kriteria. Penulis suka lagu mas Pujiono yang dapat menggugah rasa patriotik bangsa dari pada lagu mereka yang hanya bicara diri mereka sendiri (narsis). Mungkin tidak terlalu berlebihan jika Pujiono saya katakana titisan mas Iwan Fals.
Kita butuh para musisi seperti ini walaupu dia lahir dipinggir jalan dengan latar belakang yang hina sekalipun, namun jika dapat memperbaiki kehidupan negeri ini, “why not”. Semoga para juri lainnya di negeri ini dapat secara obyektif mentelorkan orang-orang top lainnya. Tidak hanya bersifat subyektif belaka, lebih-lebih ego mereka yang merasa terkenal, merasa ganteng atau merasa kaya tapi sebenarnya mereka adalah sampah masyarakat, lebih-lebih sampah agama. Subhanallah. Berikut lirik lagunya

Manisnya Negeriku

Memang manis manis gula gula
Begitu juga negeri kita tercinta
Banyak suku suku dan budaya
Ada Jawa Sumatera sampai Papua
Semuanya ada di sini

Hidup rukun damai berseri seri
Ragam umat umat agamanya
Ada Islam ada Kristen Hindu Buddha
Semuanya ada di sini
Bersatu di Bhinneka Tunggal Ika

Indonesia negara kita tercinta
Kita semua wajib menjaganya
Jangan sampai kita terpecah belah
Oleh pihak lainnya

Pancasila dasar negara kita
Dengan UUD tahun empat limanya
Jangan sampai kita diadu domba
Oleh bangsa lainnya


Berikut cuplikan videonya yang telah diedit di "WARTA ILMU" klik disini

0 komentar:

Memuat...
Loading...
Check Google Page Rank