PONPES KAYA KEARIFAN LOKAL

Keberhasilan para ulama NU dalam berdakwa di tanah air, khususnya di tanah Jawa adalah karena mampu mengelaborasikan culture setempat, sehingga banyak diterima masyarakat awam. Dengan spirit keagamaan yang dia punyai berwujud akhlakul karimah, maka menjadikan suri tauladan yang mampu di respect banyak pihak.
Didalam pondok pesantren terdapat kearifan local yang begitu luar biasa yang mengimplementasikan berbagai budaya dan kekuatan-kekuatan yang tanpa sadar telah mendarah daging di lingkungan ponpes tersebut. Sementara kearifan local selain merupakan hasil karya budaya setempat juga merupakan hasil penyerapan budaya lain yang kemudian mengalami perubahan yang disesuaikan dengan keadaan lingkungannya. Sebagai contoh: (1) Huruf palawa dari India yang kemudian dirubah menjadi huruf Jawa , (2) Huruf Arab dari Gujarat yang kemudia dirubah menjadi huruf pegon dengan bahasa setempat, dan (3) Huruf latin dari Negara Eropa yang kemudia dipakai kedalam bahasa Indonesia seperti sekarang. Inilah merupakan cerminan kearifan local yang patut dipertahankan dan tidak dipunyai oleh Negara lain.
Budaya Jawa banyak mempunyai kekuatan dan kerendahan hati. Sebagai contoh sederhana, masyarakat Jawa suka menggunakan bahasa Arab, tetapi masih berada dalam konteks sebagai orang jawa. Namun sebaliknya, orang-orang Arab tidak bisa menggunakan bahasa Jawa. Inilah bukti bahwa orang-orang jawa adalah orang yang hebat.
 

0 komentar:

Memuat...
Loading...
Check Google Page Rank