AMALAN MEMBAWA MASUK KE SURGA

Mungkin tulisan ini saya awali dengan beberapa kalimat berikut yang sederhana namun mengandung nilai filosofi yang mendalam, bahkan tidak semua orang dapat melakukan. Hanya mereka yang benar-benar dijalan Rabnyalah yang mampu melakukan dan menyadari bahwa semua itu hanya titipan. Oleh karena itu butuh orang yang berilmu agar dapat memahami semua rahasia Allah. Dalam surat Al-ankabut : 43 dikatakan: “Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.”

Sa’ jadog-jadoge uwong, iku wong sing sabar
Sa’ sugih-sugihe uwong, iku wong sing nerimo
Sa’ mulyo-mulyone uwong, iku wong sing takwo
Sa’ bejo-bejone uwong, iku sing mlebu suwargo

sabda nabi Muhammad SWA........


“Permisalan diriku adalah seperti orang yang menyalakan api. Ketika api telah menyinari apa yang ada di sekelilingnya, berdatanganlah anai-anai dan hewanhewan yang berjatuhan ke dalamnya. Sementara itu, orang ini terus berusaha menghalangi mereka dari api, namun serangga-serangga itu mengabaikannya hingga berjatuhan ke dalamnya.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Itulah permisalan diriku dan diri kalian (umatku). Aku menarik ikat-ikat pinggang kalian untuk menyelamatkan dari neraka (seraya berseru,), ‘Jauhilah neraka! Jauhilah neraka!’ Namun, kalian (kebanyakan umatku) tidak menghiraukanku dan menerjang berjatuhan ke dalamnya.”

APABILA MATI ANAK ADAM MAKA TERPUTUSLAH AMALANNYA KECUALI TIGA PERKARA ...

Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Apabila seorang anak Adam mati putuslah amalnya kecuali tiga perkara : sedekah jariah,atau ilmu yang memberi manfaat kepada orang lain atau anak yang soleh yang berdoa untuknya." (Hadist Sahih - Riwayat Muslim dan lain-lainnya)
Dalam hadis di atas menerangkan bahawa apabila telah meninggalnya seseorang manusia,tiada lah apa apa yang dapat menolongnya kecuali tiga perkara sahaja. 1. sedekah jariah yang di berikan semasa hidupnya. 2. Segala ilmu yang baik yang di ajarkan kepada orang semasa hidupnya. 3. Doa anak yang soleh/solehah terhadap ibubapanya yang di tingalkannya (di warisinya)

1. Sedekah Jariah
Segala bentuk sedekah bahan yang dikeluarkan oleh si mati semasa hayatnya termasuklah sedekah wang,makanan,harta benda dan dalam katogeri ini termasuk juga harta yang di waqafkan oleh si mati semasa hidupnya. Sebagai contoh seseorang itu mendirikan surau untuk kegunaan Masyarakat setempat. Selagi mana surau itu di menfaatkan selagi itulah pahala mengalir untuk si mati. Orang yang hidup atau waris boleh juga bersedekahkan bagi pihak si mati tak kiralah samaada sedekah itu hasil dari wang,harta, peninggalan si mati atau wang waris sendiri.Yang pentingnya ialah niat kita untuk bersedekah bagi pihak si mati. Amalan "waqaf" dalam Islam juga telah bermula semenjak zaman Rasulullah s.a.w. dan telah berkembang di negara-negara Islam hingga hari ini dan seterusnya, malah ada yang datang membentuk "Kementerian Waqaf "

2. Doa
Selain dari doa anak anak yang soleh/solehah terhadap ibubapanya, doa antara sesama kaum muslimin pun bermenfaat untuk si mati. Ini berdasarkan kepada dalil berikut : Dan orang-orang (Islam) yang datang kemudian daripada mereka (berdoa dengan) berkata: “Wahai Tuhan kami! Ampunkanlah dosa kami dan dosa saudara-saudara kami yang mendahului kami dalam iman dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami perasaan hasad dengki dan dendam terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Engkau Amat Melimpah Belas Kasihan dan RahmatMu”. Al-Hasyr ayat 10. Mengenai doa anak yang soleh/solehah Insya’Allah doa akan bermenfaat jika anak2 itu bersolat.Kalau tak solat pasti doa itu tak akan diterima sebab solat itu tiang agama, tidak diterima segala amal kebaikan jika tidak bersolat termasuklah doa. Jadi usahakanlah supaya anak anak kita terdiri dari golongan orang orang yang mengerjakan solat. 

3. Ilmu yang bermenfaat
"Ilmu yang berguna atau bermanfaat yang di ajarkan kepada orang lain," yang tersebut dalam hadith ialah ilmu yang berhubung dengan agama Islam secara khusus dan juga yang berhubung dengan ilmu ilmu kemajuan di dunia secara umum, sama ada melalui syarahannya,pengajaran kepada murid-muridnya dan orang ramai,atau melalui kitab-kitab dan buku-buku karangannya.Selagi ilmu yang diajarkannya atau kitab-kitab dan buku-buku karangannya masih wujud dan dinikmati faedahnya oleh umum maka ia akan mendapat pahalanya berterusan semasa ia hidup dan sesudah ia mati.
Ketahuilah wahai para hamba Allah- bahwa jika kalian hidup di kehidupan ini dan senantiasa beramal, maka kalian tidak akan terlepas dari dua keadaan, amalmu akan membebaskanmu dari neraka jahannam atau justru amalmu yang akan menjatuhkanmu ke dalam neraka jahannam. Maka bersungguh-sungguhlah dalam membebaskan dan menebus dirimu dari neraka sebelum kematian menjemputmu dan ketika itu tiada berguna penyesalan. Rasulullah SWA bersabda


“Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan ‘Alhamdulillah’ akan memenuhi timbangan, ‘subhanAllah walhamdulillah’ akan memenuhi ruangan langit dan bumi, sholat adalah cahaya, dan sedekah itu merupakan bukti, kesabaran itu merupakan sinar, dan Al Quran itu merupakan hujjah yang akan membela atau menuntutmu. Setiap jiwa manusia melakukan amal untuk menjual dirinya, maka sebagian mereka ada yang membebaskannya (dari siksa Allah) dan sebagian lain ada yang menjerumuskannya (dalam siksa-Nya).” (HR Muslim)

Berilah perhatian kepada mentauhidkan Allah, bersuci, bertahmid, bertasbih, shalat, shadaqah, sabar, membaca Al Qur’an, memahaminya, dan mengamalkannya. Ambillah pelajaran dari ibadah-ibadah ini serta tunaikanlah. Semoga Allah membebaskanmu dari adzab neraka jahannam.


0 komentar:

Memuat...
Loading...
Check Google Page Rank