Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar

           Subsidi merupakan kebalikan atau lawan dari pajak, oleh karena itu ia sering juga disebut pajak negatif. Seiring dengan itu, pengaruhnya terhadap keseimbangan pasar berbalikan dengan pengaruh pajak, sehingga kita bias menganalisisnya seperti ketika menganalisis pengaruh pajak. Subsidi dapat bersifat spesifik dan dapat pula bersifat proporsional. Dalam artikel, ini hanya diuraikan subsidi yang bersifat spesifik.
           Pengaruh subsidi. Subsidi yang diberikan atas produksi/penjualan sesuatu barang menyebabkan harga jual barang tersebut menjadi lebih rendah. Dengan adanya subsidi, produsen merasa ongkos produksinya menjadi lebih kecil sehingga ia bersedia menjual lebih murah. Akibatnya harga keseimbangan yang tercipta di pasar lebih rendah dari pada harga keseimbangan sebelum atau tanpa subsidi, dan jurnlah keseimbangannya menjadi lebih banyak.
            Dengan subsidi spesifik sebesar s kurva penawaran bergeser sejajar ke bawah, dengan penggal yang lebih kecil (lebih rendah) pada sumbu harga. Jika sebelum subsidi persamaan penawarannya P = a + bQ, maka sesudah subsidi ia akan meniadi P' = a + bQ- s = (a' - s) + bQ. Dengan kurva penawaran yang lebih rendah, ceteris paribus, titik keseimbangan pun akan bergeser menjadi lebih rendah.

Contoh Kasus

Fungsi permintaan akaii suatu barang ditunjukkan oleh persamaan P = 15 – Q, sedangkan.penawarannya P = 3 + 0,5 Q. Pemerintah memberikan subsidi sebesar 1,5 atas setiap unit barang yang diproduksi. Berapa harga keseimbangan serta jumlah keseimbangan tanpa dan dengan subsidi ?

Tanpa subsidi, Po = 7 dan Qo = 8 (baca pengaruh pajak terhadap keseimbangan pasar di sini). Dengan subsidi, harga jual yang ditawarkan oleh produsen menjadi lebih rendah, persamaan penawaran berubah dan kurvanya bergeser turun.

Penawaran tanpa subsidi      : P = 3 + -0,5
Penawaran dengan subsidi   : P = 3 + 0,5Q - 1,5
                                               : P = 1,5 + 0,5Q → Q = -3 + 2 P


Karena persarnaan permintaan tetap P = 15 - Q atau Q = 15 - P, mak keseimbangan pasar sesudah subsidi
Qo = Qs
15 - P = -3 + 2P → 18 = 3P, P = 6
Q = 15 – P = 15 - 6 = 9
Jadi, dengan adanya subsidi : P'e = 6 dan Q's = 9


Bagian subsidi yang dinikmati oleh konsumen. Subsidi produksi yang diberikan oleh pemerintah menyebabkan ongkos produksi yang dikeluarkan oleh produsen menjadi, lebih sedikit dari pada ongkos sesungguhnya untuk menghasilkan barang tersebut. Perbedaan antara ongkos produksi nyata dan ongkos produksi yang dikeluarkan merupakan bagian subsidi yang.dinikmati oleh produsen. Karena ongkos produksi yang dikeluarkan oleh produsen lebih kecil, ia bersedia menawarkan harga jual yang lebih rendah, sehingga sebagian dari subsidi yang diterima, secara tidak langsung oleh konsumen. Besarnya bagian dari subsidi tadi diterima secara tidak langsung, oleh konsumen (sk) adalah selisih antara harga keseimbangan tanpa subsidi (Pe) dengan harga keseimbangan dengan subsidi (P’e) atau dapat ditulis kedalam bentuk matematika yaitu
Sk = Pe – P’e

Dalam Kasus di atas; sk = 7 - 6 = 1. Berarti dari setiap unit barang yang dibelinya konsumen secara tidak langsung menerima subsidi sebesar 1, atau 67% dari subsidi per unit barang.

Bagian subsidi yang dinikmati oleh Produsen. Besarnya bagian dari subsidi yang.dinikmati oleh produsen (sp) adalah selisih antara besarnya subsidi per unit barang (s) dan bagian subsidi yang di.nikmati oleh konsumen (sk).
Sp = s - sk

Dalarn kasus di atas tadi, s = 1,5 - 1 = 0,5. Berarti dari.setiap unit barang yang diproduksi dan dijualnya produsen menerima subidi sebesar 0,5, atau 33% dari subsidi per unit barang.

Jumlah subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah. Besarnya jumlah subsidi yang diberikan oleh pemerintah (S) dapat dihitung dengen mengalikan jumlah barang yang terrjual sesudah di.subildi (Q) dengan bes,arnya subsidi per unit barang (s) atau secara matematik S = Q’e - s
Dalam kasus ini, S = 9 x 1,5 = 13,5.

salam pak say sing ganteng

0 komentar:

Memuat...
Loading...
Check Google Page Rank