SIFAT MAHMUDAH

warta ilmu tambah oye photo banner2_zps0f81f75a.gif


Akhlak mahmudah (terpuji) adalah perbuatan yang diizinkan oleh agama (Allah dan RasulNya). Misalnya: disiplin , hidup bersih , ramah, sopan-santun, syukur nikmat, hidup sederhana, rendah hati, jujur, rajin, percaya diri, kasih sayang, taat, rukun, tolong-menolong, hormat dan patuh, sidik, amanah, tablig, Fathanah, tanggung jawab, adil, bijaksana, teguh pendirian, dermawan, optimis, qana'ah, dan tawakal, ber-tauhiid, Ikhlash, khauf, taubat, Ikhtiyaar, shabar, syukur, tawaadu ', husnuzh-zhan, tasaamuh dan ta' aawun, berilmu, kreatif, produktif, akhlak dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu, adil, rida, amal salih, persatuan dan kerukunan, akhlak terpuji dalam pergaulan remaja, serta pengenalan tentang tasawuf.
1.      Contoh-Contoh Akhlak Mahmudah
Dalam pembahasan ini kami akan menjabarkan akhlak mahmudah yang meliputi ikhlas, sabar, syukur, jujur, adil dan amanah.

aA.Ikhlas
Kata ikhlas memiliki beberapa pengertian. Menurut al-Qurtubi, ikhlas pada dasarnya berarti memurnikan perbuatan dari pengaruh-pengaruh makhluk. Abu Al-Qasim Al-Qusyairi mengemukakan arti ikhlas dengan menampilkan sebuah riwayat dari Nabi Saw, "Aku pernah bertanya kepada Jibril tentang ikhlas. Lalu Jibril berkata, "Aku telah menanyakan hal itu kepada Allah," lalu Allah berfirman, "(Ikhlas) adalah salah satu dari rahasiaku yang Aku berikan ke dalam hati orang-orang yang kucintai dari kalangan hamba-hamba-Ku."
Keikhlasan seseorang ini, akan menghasilkan kemenangan dan keberhasilan. Anggota masyarakat yang mengamalkan sifat ikhlas, akan mencapai kebaikan lahir-bathin dan dunia-akhirat, bersih dari sifat kerendahan dan mencapai perpaduan, persaudaraan, perdamaian dan kesejahteraan. 

B. Amanah
Secara bahasa amanah berarti al-wafa '(memenuhi) dan Wadi'ah (titipan) sedangkan secara definisi amanah berarti memenuhi apa yang dititipkankan kepadanya. Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT: "Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk mengembalikan titipan-titipan kepada yang memilikinya, dan jika menghukumi diantara manusia agar menghukumi dengan adil ..." (QS 4:58).
Dalam ayat lainnya, Allah juga berfirman: "Sesungguhnya Kami telah memberikan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka mereka semua enggan memikulnya karena mereka khawatir akan mengkhianatinya, maka dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh ... " (QS. 33:72).
  
cC. Adil
Adil berarti menempatkan / meletakan sesuatu pada tempatnya. Adil juga tidak lain adalah berupa perbuatan yang tidak berat sebelah. Para Ulama menempatkan adil pada beberapa tingkat, yaitu adil terhadap diri sendiri, bawahan, atasan / pimpinan dan sesama saudara. Nabi Saw bersabda, "Tiga hal yang menyelamatkan yaitu takut kepada Allah ketika bersendiriaan dan di muka umum, berlaku adil pada saat suka dan marah, dan mengurangi kemewahan ketika susah dan senang; dan tiga hal yang membinasakan yaitu mengikuti hawa nafsu, terlampau bakhil, dan kagum seseorang dengan dirinya sendiri. "(HR. AbuSyeikh).

dD. Bersyukur
Syukur menurut kamus "Al-mu'jamu al-Wasith" adalah mengakui adanya kenikmatan dan menampakkannya serta memuji (atas) pemberian nikmat tersebut.Sedangkan makna syukur secara syar'i adalah: Menggunakan nikmat AllahSWT dalam (ruang lingkup) hal-hal yang dicintainya . Lawannya syukur adalah kufur.Yaitu dengan cara tidak memanfaatkan nikmat tersebut, atau menggunakannya pada hal-hal yang dibenci oleh Allah SWT.

0 komentar:

Memuat...
Loading...
Check Google Page Rank